Ahok: Baru 1 bulan ikut KJS, RS Thamrin sudah megap-megap
"Nah mereka secara keuangan tidak sanggup uji coba dua bulan," kata Ahok.
RS Thamrin tak bersedia ikut program Kartu Jakarta Sehat (KJS). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, RS Thamrin hanya meminta tarif pengobatan per paket dengan sistem INA CBGs untuk dinaikan. Sebab, secara keuangan rumah sakit swasta tersebut tidak sanggup melakukan uji coba selama dua bulan.
"Tadi baru datang wakil direktur RS thamrin. Ini salah paham. Dia hanya mengatakan tarif ini harus naik. Nah mereka secara keuangan tidak sanggup uji coba dua bulan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/5).
Dia mengatakan tarif tersebut berdasarkan perhitungan pemerintah pusat. Sebab, kalau tarif swasta dengan pemerintah digabungkan tidak pantas. Makanya sepakat dua bulan uji coba tarif tersebut.
"Ternyata dalam satu bulan RS Thamrin sudah megap-megap. Kenapa, karena pasien yang dirujuk adalah pasien yang tarifnya agak rendah. Makanya dia mundur. Tetapi isu yang berkembang jadi macam-macam," jelasnya.
Untuk itu, pada pertengahan Juni nanti akan selesai tarif yang baru. Dia juga tidak akan mengganti uang kerugian berobat rumah sakit selama masa uji coba.
"Oh ya yang dari April dan Mei tidak akan diganti. Kan kita sudah sepakat di bulan Maret, kita bilang anda uji coba dulu dua bulan, kalau rumah sakit anda payah, anda ajukan hibah sosial kita kasih hibah sosial. Rumah Sakit Thamrin kita kasih hibah kok," ungkapnya.(mdk/cob)