Ahok baca puisi Gus Mus: Kalau lagu itu kaya Iwan Fals
Ahok mengatakan puisi itu harus dibaca untuk pribadi sang pembaca, jika tidak maka bukan membaca puisi melainkan hanya sekadar membaca.
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama membacakan puisi milik Mustofa Bisri (Gus Mus) bertajuk Negeri dalam salah satu acara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Dia mengaku memilih sendiri puisi tersebut karena telah mengetahui maknanya.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, tidak terlalu mengenal sosok Gus Mus. Mereka hanya sekali bertamu saat sama-sama mendapatkan penghargaan di Gus Dur Awards pada 2016 sebagai sosok berani dan tegas.
"Aku suka Gus Mus ini kritik sosial. Kalau lagu itu kaya Iwan Fals. Aku suka Gus Mus. Kalau Gus Mus bacanya lebih enak lagi cepat, aku gak bisa niru sih," kata Ahok di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1).
Dia mengaku mengerti maksud puisi yang ditulis oleh Gus Mus tersebut. Sebab mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, puisi itu harus dibaca untuk pribadi sang pembaca, jika tidak maka bukan membaca puisi melainkan hanya sekadar membaca.
"Kalau Puisi itukan bicara buat kita. Kalau kita gak bicara buat kita, itu Puisi cuman bacaan. Gak ada rohnya. Puisi itu ada rohnya, kalau udah keluar dari hati nurani kita. Jadi yang dengarpun bisa ngerti dari ruh nya," tutupnya.
Berikut naskah puisi bertajuk Negeriku karya Mustofa Bisri:
NEGERIKU
Mana ada negri sesubur negeriku
Sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu dan jagung tapi juga pabrik, tempat rekreasi dan gedung
Prabot–prabot orang kaya di dunia dan burung – burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku Ikan–ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku
Emas dan perak, perhiasan mereka digali dari tambangku
Air bersih yang mereka minum bersumber dari keringatku
Mana ada negri sekaya negeriku
Majikan–majikan bangsaku memiliki buruh–buruh mancanegara
Brangkas–brangkas Bank ternama dimana–mana menyimpan harta–hartaku
Negriku menumbuhkan konglomera dan mengikis habis kaum melarat
Rata–rata pemimpin negriku dan handai tolannya terkaya didunia
Mana ada negri semakmur negeriku
penganggur–penganggur diberi perumahan, gaji dan pensiunan setiap bulan
Rakyat–rakyat kecil menyumbang negara tanpa imbalan
Rampok–rampok di beri rekomendasi, dengan kop sakti instansi
Maling–maling di beri konsensi
Tikus dan kucing dengan asik berkolusi