Ahok: Apa harus saya yang tungguin pengerjaan teknis MRT?
Ahok mengaku sempat menegur jajaran direksi MRT untuk lebih ketat mengawasi kinerja kontraktor.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat geram akan terlambatnya pengerjaan moda transportasi kereta angkut massal cepat atau Mass Rapid Transit (MRT). Ahok geram karena melesetnya penyelesaian dari target pengerjaan.
"Penyelesaian MRT bisa delay enam bulan. MRT jadi tidak siap untuk Asian Games," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (21/3).
Ahok menilai PT MRT Jakarta kurang melakukan pengawasan pada proyek. Proyek sempat dihentikan karena terhambat keberadaan saluran utilitas berupa pipa air dan gas.
"MRT (PT MRT Jakarta) itu kurang kontrol sama ada pengabaian," ujarnya.
Dirinya mengaku sempat menegur jajaran direksi MRT untuk lebih ketat mengawasi kinerja kontraktor. Selain itu, Ahok tak ingin lagi mendengar pengerjaan MRT terhambat karena kontraktor kurang lihai.
"Apa harus saya yang tungguin pengerjaan teknis MRT? Ya tugas kamu (PT MRT Jakarta). Kalau kamu enggak mau mengurusi, ya saya pecat, ganti orang baru," pungkasnya.
Baca juga:
Tak mau ada kesalahan, Ahok marahi kontraktor MRT asal Jepang
Pemerintah berencana hubungkan kereta cepat dengan LRT dan MRT
Cerita penuh risiko pekerja MRT di bawah perut Jakarta
Melihat lebih dekat pengerjaan terowongan MRT di Senayan
Video pengerjaan mega proyek MRT di 'perut' ibu kota