LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ahok akui jelaskan e-budgeting ke Anies, tapi tak banyak respons

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah sempat bertemu dengan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Banyak kalangan yang menilai, usai pertemuan itu, wajah Anies cemberut dan tak ada senyum.

2017-04-26 19:47:41
Ahok
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah sempat bertemu dengan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Banyak kalangan yang menilai, usai pertemuan itu, wajah Anies cemberut dan tak ada senyum.

Menanggapi hal itu, Ahok mengaku tidak terlalu memperhatikan bagaimana ekspresi Anies kala itu. Namun dalam pertemuan itu, dia menyampaikan mengenai bagaimana sistem penganggaran APBD DKI dengan menggunakan sistem elektronik budgeting (e-budgeting).

"Saya enggak tahu cemberut atau enggak. Tapi saya sampaikan e-budgeting itu sistem. Kalau enggak ada sistem e-budgeting kamu juga susah. Tapi sistem e-budgeting juga enggak ada gunanya kalau takut ditekan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/4).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengungkapkan, Anies saat diberikan penjelasan mengenai hal tersebut tidak banyak merespons. Menurutnya, sistem yang telah dibangunnya itu akan percuma jika Anies tidak mau bersikap.

"Kemarin 2015, kalau saya takut dipecat pasti saya ikutin versi mereka (DPRD). Bisa dimasukan semua ke e-budgeting. Semua belanja yang Rp 12,1 triliun yang ada UPS USB itu," tegasnya.

Ahok mengingatkan, sistem penganggaran di Pemprov DKI Jakarta sudah dapat dinikmati semua pihak. Bahkan untuk menjaga agar tidak ada lagi anggaran siluman masuk dalam APBD DKI Jakarta, dia telah melakukan kerja sama dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Dari dulu kita ikut kerja sama ICW kita libatkan. Lagi pula anggaran DKI kita buka sampai 1 botol minuman berapapun orang tahu. Makanya itulah kenapa saya paksa transaksi non-tunai. Kalau non-tunai kita bisa lihat uang ke mana dari siapa ke siapa. Itu aja sih," tutupnya.

Baca juga:
Ahok sudah buat kunci e-budgeting biar tak ada yang nyolong anggaran
Masinton sebut Anies dan Ahok akan bersama-sama bahas APBD 2018
APBD DKI Jakarta 2018 diperkirakan tembus Rp 73 triliun
Anies yakin APBD DKI cukup demi penuhi 23 janji saat kampanye Pilgub
Warisan kunci e-budgeting anti-maling Ahok buat Anies-Sandi
Anies akan manfaatkan sisa APBD 2017 demi wujudkan janji kampanyenya

Advertisement
(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.