LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ahok akan beli alat pendeteksi ketinggian air

Alat ini akan bekerja secara elektronik, bukan lagi secara manual dengan laporan telepon.

2013-05-14 14:23:37
Jokowi ahok
Advertisement

Presiden Direktur International Business Machines Corporation (IBM) Indonesia, Suryo Suwignjo, siap membantu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk membuat alat pendeteksi dan pengontrol ketinggian air di Pintu Air DKI. Dengan adanya alat dari IBM, pendeteksian ketinggian air tidak lagi menggunakan sistem manual.

"Kami (IBM) harus mensupport orang seperti beliau (Ahok). Mungkin melakukan sesuatu yang besar dan berbeda. Enggak gampang di Jakarta melakukan itu," ujar Suryo di Ritz Carlton SCBD Jakarta, Selasa (14/5).

Ia mengungkapkan, IBM telah menerapkan teknologi pendeteksi tersebut, salah satunya di Kota Rio de Janeiro, Brasil. Sistem itu nantinya akan membantu mendeteksi ketinggian air dan memprediksi waktu masuknya air ke daerah Jakarta secara elektronik, bukan lagi secara manual dengan laporan telepon.

"Sebetulnya kita udah punya teknologi itu untuk melakukan deteksi ketinggian air, untuk melakukan antisipasi, misalnya Bendungan Katulampa airnya akan masuk ke Jakarta berapa jam. Ini prediksi kan. Proses prediksi itu kan bisa dilakukan secara elektronik. Itu enggak model orang telepon. Tapi secara sistem kita udah bisa lihat," kata Suryo.

Suryo lalu menambahkan, Ahok juga menginginkan, teknologi itu tidak hanya mendeteksi tapi juga berfungsi mengontrol aliran air. Hal itu berarti air yang masuk ke Jakarta nantinya bisa dikontrol dengan mengalihkan alirannya ke Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kanal Banjir Barat (KBB).

"Terus maksud Ahok lagi, begitu airnya terkirim, itu airnya masuk difungsikan ke mana? Kan ada KBT dan KBB. Dia ingin suatu pandangan yang menyeluruh terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan pengendalian banjir ini. Jadi bukan hanya deteksi tapi juga bisa melakukan sesuatu," jelasnya.

Mengenai anggaran ia belum dapat memastikan. Karena level fungsi teknologi itu berbeda-beda, dari yang paling sederhana hingga tingkatan tercanggih. Di samping itu, besaran biaya juga tergantung penempatan sistem teknologi di pintu-pintu air. Dia mengatakan, apabila pemerintah menggunakan sistem yang paling sederhana, maka seharusnya dana yang akan dikeluarkan cukup murah.

"Waduh saya susah ngomong itu. Tergantung pemerintah mau pasang itu di mana? Berapa banyak? Ya kan. Tiap pintu air dipasangin atau enggak. Sampai berapa jauh. Karena tingkat deteksinya juga macam-macam. Tapi mustinya kalau kita bicara yang sederhana, enggak terlalu mahal. Dan itu bisa dilakukan kita di lokal tidak perlu impor," tandasnya.(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.