LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ada 6 CCTV di dalam bus tingkat pariwisata Jakarta

Tujuan pemasangan kamera pengintai itu agar pengguna jasa terhindar dari kejahatan di dalam bus.

2014-01-16 16:48:07
Bus Tingkat Pariwisata
Advertisement

Bus tingkat pariwisata milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya diuji coba hari ini, Kamis (16/1). Usai dipamerkan beberapa saat di Bundaran Hotel Indonesia (HI), akhirnya kelima bus asal China melakukan tur pendek.

Berdasarkan pengamatan merdeka.com, bus tersebut dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Salah satunya pengamanan cukup seperti closed circuit television (CCTV). Ada sekitar enam CCTV di bus ini, tiga di lantai dua dan sisanya di bawah. Tujuan pemasangan kamera pengintai itu agar pengguna jasa terhindar dari kejahatan di dalam bus.

"CCTV itu untuk monitoring keamanan," jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman dalam pesan singkatnya, Kamis (16/1).

Tempat perekamnya terletak dekat sopir bus. Bahkan ada layar yang dapat memantau setiap kegiatan di dalam bus. Sayangnya, saat ujicoba hari ini, layar tersebut belum dapat difungsikan.

Topik pilihan: Transjakarta | Pemprov DKI

Bus ini juga ramah bagi para pengguna kursi roda. Karena ada dua ruang berukuran 1x2 meter bagi mereka. Sedangkan untuk masuk ke dalam bus, bisa melalui pintu tengah. Ada papan yang dapat dilipat dan dibuka agar pengguna kursi roda nyaman memasuki bus.

Interior ruangan

Tempat duduk yang akan diperebutkan sepertinya pada lantai dua. Di sini pengunjung dapat menikmati pemandangan secara utuh, bahkan ketika hujan. Karena ada tombol yang akan menggerakkan wipper untuk menyapu air dari kaca depan.

Bangkunya berjajar teratur dengan terbagi dalam dua baris. Di lantai dua terdapat 40 bangku. Oleh karenanya tempat ini kemungkinan akan menjadi incaran.

Sensasi berbeda akan dirasakan pada lantai dasar. Di sini ada sekitar 20 tempat duduk. Walaupun tersusun rapi tapi tidak senyaman di lantai atas. Pasalnya ada empat bangku yang membelakangi muka bus.

Ketidak nyamanan juga terasa jika ingin duduk pada bagian belakang bus. Pertama kita harus menunduk karena ruang yang mulai menyempit dan suara bising mesin disel sangat keras. Sebaiknya jangan duduk di belakang jika tidak terpaksa.

Bus sempat berhenti sebentar di depan lapangan IRTI Monas. Sebab, sejumlah jurnalis ingin mengambil gambar bus yang sedang melaju pelan.

Saat para awak media kembali, pintu bus yang ditumpangi macet. Bagian atasnya terbuka. Saat dicoba untuk dibuka kembali, pintu tidak mau terbuka. Sejumlah wartawan dan polisi pun membuka paksa pintu otomatis tersebut. Padahal, kelima bus itu belum menjalani uji kelaikan. Dokumennya pun belum terbit.

Baca juga:
Jokowi: Bus tingkat wisata di Jakarta lebih bagus dari London
Usai diluncurkan, Jokowi jajal bus tingkat wisata
Jokowi: Bus wisata tidak bikin macet beda sama mobil murah
Tiket bus tingkat wisata hanya ada di bandara dan hotel
Jokowi jajal bus tingkat wisata dari HI ke Monas

Advertisement
(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.