LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ada 40 Masjid di Jakarta diduga ajarkan radikalisme dan intoleransi

Diskusi juga membahas upaya menangkal radikalisme di media sosial yang jadi sarang penyebaran ujaran kebencian dan intoleransi. Bahkan, penyebaran ujaran kebencian dan radikalisme sudah menyusup melalui ceramah-ceramah agama.

2018-06-04 23:05:00
Radikalisme
Advertisement

Presiden Joko Widodo mendapat laporan bahwa beberapa masjid di Jakarta telah disusupi paham radikalisme. Itu diketahui Jokowi saat bertemu dengan praktisi sosial, budaya, pendidikan dan agama di Istana Negara, Senin (4/6).

Cendekiawan muslim Azyumardi Azra menuturkan, pertemuan tertutup itu berlangsung selama dua jam. Ada sekitar 42 tokoh yang diundang Jokowi. Dalam kurun waktu itu, ada 12 tokoh yang bicara di hadapan Jokowi.

Diskusi dimulai oleh Presiden Jokowi yang meminta sumbangan pemikiran, pandangan dari para praktisi di tengah meningkatnya intoleransi dan radikalisme.

Advertisement

"Saya sendiri mengusulkan untuk menghadapi intoleransi memang harus komprehensif. Pemerintah harus memperkuat kembali koalisi sosial melalui misalnya saja pemantapan kembali semangat kebangsaan kemudian juga kearifan lokal, juga penguatan Islam Wasatiyah," ujar Azumardi usai pertemuan.

Salah satu caranya melalui lokakarya di perguruan tinggi melalui para dosen, guru, ketua BEM yang memang rentan terhadap intoleransi dan radikalisme.

Diskusi juga membahas upaya menangkal radikalisme di media sosial yang jadi sarang penyebaran ujaran kebencian dan intoleransi. Bahkan, penyebaran ujaran kebencian dan radikalisme sudah menyusup melalui ceramah-ceramah agama.

Advertisement

"Misalnya oleh Mba Alisa Wahid misalnya, sekitar 40 masjid yang dia survei di kawasan DKI itu penceramahnya atau khatibnya radikal. Mengajarkan radikalisme dan intoleransi," jelasnya.

Zumardi menuturkan, Presiden menegaskan bahwa masalah itu sedikit banyak sudah diatasi. Presiden sudah menugaskan pimpinan dari lembaga sosial keagamaan tertentu untuk melakukan perbaikan di dalam masjid.

"Sehingga khotib-khotibnya didominasi oleh orang-orang yang tidak mengajarkan paham khilafah, daulah Islamiyah dan sebagainya. Kira-kira begitu," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.