6 Trotoar DKI Dikonsep Ada PKL, Bangku Taman & Lampu dengan Anggaran Capai Rp600 M
Konsep jalan serba ada itu diproyeksikan Dinas Bina Marga di Jalan MT Hariyono, Gatot Subroto, Rasuna Said, Kasablanka, Pramuka, Hasyim Asari. Penentuan konsep jalan serba ada itu karena ruas dianggap memiliki letak strategis.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar mengerjakan revitalisasi trotoar di sejumlah ruas jalan. Luas trotoar yang dikerjakan cukup lebar, ditakutkan akan menjadi lahan parkir liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL).
Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho menegaskan Pemprov tidak abai melihat realita tersebut. Namun demikian, menurut Hari hal itu terjadi karena belum adanya aturan mekanisme baru terhadap PKL dan pelaku parkir.
"Nanti begitu trotoar udah selesai nanti aturan mainnya baru diterapkan. PKL segala macamnya itu ada mekanismenya, harus ada kolaborasi antara Satpol PP, Dinas Perhubungan, Bina Marga, Dinas UKM terkait pembinaan PKL itu," ujar Hari, Jakarta, Kamis (5/12).
Hari mengatakan, pada 2020 sebagian besar trotoar di Jakarta berkonsep jalan serba ada. Maksudnya, di pedestrian itu akan ada PKL, bangku pajang seperti bangku taman, main hall utilitas, serta lampu-lampu.
Konsep jalan serba ada itu diproyeksikan Dinas Bina Marga di Jalan MT Hariyono, Gatot Subroto, Rasuna Said, Kasablanka, Pramuka, Hasyim Asari. Penentuan konsep jalan serba ada itu karena ruas dianggap memiliki letak strategis.
"Karena lokasinya cukup strategis seperti di Thamrin-Sudirman," tukasnya.
Sementara untuk desain konsep jalan seperti itu, Hari mengatakan, pihaknya akan menggunakan anggaran sebesar Rp300-Rp600 miliar untuk enam lokasi tersebut, dari total anggaran yang dimiliki Dinas Bina Marga untuk 2020 berkisar Rp1 triliun.
"Anggarannya sekitar Rp300 - Rp600 miliar," tukasnya.
Baca juga:
Dinas Bina Marga Targetkan Proyek Trotoar di Kemang Rampung Akhir Tahun 2019
Mantan Stafsus Ahok Kritik Pembangunan Trotoar di Kemang
Jokowi Keluhkan Kemacetan Kuningan: Ke Sini Macet, 30 Menit Berhenti
Anies Ingin Prioritaskan Pejalan Kaki
Keluh Warga Lenteng Agung Sulit Akses Jalan Karena Proyek Trotoar Jakarta
Antara Trotoar & Rangsangan buat Warga Ibu Kota Beralih ke Transportasi Publik