4 Serangan Ahok ke Lulung Lunggana
Disebut selengean, Ahok langsung naik pitam. Mantan politisi Golkar ini pun langsung menyerang Lulung habis-habisan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berang bukan kepalang kepada Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Lulung Lunggana . Ahok geram kepada Lulung karena disebut selengean. Perang terbuka antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ( Ahok ) dengan Wakil Ketua DPRD DKI, Lulung Abraham Lunggana, makin memanas. Dinilai 'selengean' oleh Lulung, Ahok balas menuding jika Lulung tak pantas jadi Wakil Ketua DPRD. Tak sampai di situ saja, sindiran Ahok pada Lulung. Mantan bupati Belitung Timur itu menduga kacaunya Jakarta saat karena wakil DPRD DKI Lulung Lunggana tak paham peraturan daerah. Perang terbuka antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ( Ahok ) dengan Wakil Ketua DPRD DKI, Lulung Abraham Lunggana, makin memanas. Dinilai 'selengean' oleh Lulung, Ahok balas menuding jika Lulung tak pantas jadi Wakil Ketua DPRD. Lontaran pernyataan keras terus dilontarkan Ahok kepada Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Lulung Lunggana. Ahok juga menyebut jika tokoh asal Tanah Abang itu tidak pantas lagi jadi anggota DPRD DKI. Baca juga:
Lulung awalnya tidak terima dengan pernyataan Ahok yang menyebut ada anggota DPRD DKI Jakarta yang 'bermain' di Tanah Abang. Pernyataan Ahok itu, menurut Lulung dianggap menyerangnya, karena selama ini Lulung dikenal sebagai tokoh di Tanah Abang.
Lulung pun menyebut jika Ahok selengean dan meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menegur wakilnya itu. Menurut Lulung, sebagai pejabat Ahok selengean dan sembarangan dalam memberikan pernyataan.
Disebut selengean, Ahok langsung naik pitam. Mantan politisi Golkar ini pun langsung menyerang Lulung habis-habisan. Berikut empat pernyataan Ahok yang menyerang politisi PPP itu:Ahok sebut Lulung tak paham Perda
Menurut Ahok , setiap pejabat publik, baik itu eksekutif atau legislatif diwajibkan untuk menegakkan peraturan daerah (Perda). Ahok menilai jika Lulung Lunggana sebagai Wakil Ketua DPRD tidak paham akan Perda. Soal penataan kawasan Tanah Abang adalah terkait Perda Ketertiban Umum.
"Jadi kalau ada Wakil Ketua (DPRD) tidak ngerti Perda, apalagi langgar Perda dia sebetulnya sudah gak boleh jadi wakil ketua DPRD lagi. Sudah gugur," tandasnya.Ahok sebut Jakarta kacau karena Lulung
"Sayang sekali ya. Saya pikir Jakarta kacau mungkin karena wakil ketua DPRD seperti dia, yang tidak ngerti Perda dan ngajak warganya melanggar Perda, ini ya masalah," tandasnya.
"Sumpah jabatan sudah gugur dan saya lakukan ini karena sumpah jabatan saya untuk tegakkan Perda dan aturan. Jadi yang saya lihat aneh di situ," jelas Ahok .Ahok minta Mendagri pecat Lulung
Menurut Ahok , setiap pejabat publik, baik itu eksekutif atau legislatif diwajibkan untuk menegakkan peraturan daerah (Perda). Ahok menilai jika Lulung Lunggana sebagai Wakil Ketua DPRD tidak paham akan Perda. Ahok pun minta Mendagri untuk memecat Lulung Lunggana dari kursi DPRD DKI Jakarta.
"Justru saya mesti bukan ukur jiwa lagi, waktu tes masuknya Mendagri bisa copot harusnya. Mendagri bisa copot seperti itu," ujar Ahok, Jumat (26/7).Lulung tak pantas jadi DPRD DKI
Ahok menegaskan, kalau terbukti ada anggota DPRD yang melawan dan mengatasnamakan rakyat dan melanggar Perda, maka otomatis sudah gugur sebagai anggota DPRD.
"Sumpah jabatan sudah gugur dan saya lakukan ini karena sumpah jabatan saya untuk tegakkan Perda dan aturan. Jadi yang saya lihat aneh di situ," ujar Ahok .
"Jadi kalau ada Wakil Ketua (DPRD) tidak ngerti Perda, apalagi langgar Perda dia sebetulnya sudah gak boleh jadi wakil ketua DPRD lagi. Sudah gugur," tandasnya.
4 'Perang terbuka' Ahok vs DPRD DKI Jakarta
Ahok: Harusnya Mendagri bisa copot Haji Lulung dari DPRD DKI
Disebut 'selengean', ini jawaban Ahok buat Haji Lulung
Ahok sebut Jakarta kacau karena kelakuan Lulung
Ahok mengaku dinasihati kawan, jangan galak-galak nanti dibunuh