4 RT di Krukut Mikro Lockdown, Pemkot Jakbar Pastikan Logistik Warga Terjamin
Pemkot Jakbar memastikan logistik warga yang menjalani isolasi mandiri di RW 002 Kelurahan Krukut, terjamin. Mikro lockdown sebelumnya diberlakukan di RW 002 Kelurahan Krukut, menyusul 36 warga dinyatakan positif Covid-19 dan satu positif Omicron.
Pemkot Jakbar memastikan logistik warga yang menjalani isolasi mandiri di RW 002 Kelurahan Krukut, terjamin. Mikro lockdown sebelumnya diberlakukan di RW 002 Kelurahan Krukut, menyusul 36 warga dinyatakan positif Covid-19 dan satu positif Omicron.
"Jadi kita tidak hanya melaksanakan lockdown lokal, tapi kita juga memberikan kebutuhan pokok untuk mereka yang karantina," kata Lurah Krukut, Ilham Nurkarin kepada wartawan, Senin (10/1).
Ilham mengatakan, ada sekitar 600 jiwa atau 290 Kepala Keluarga (KK) yang menjalani karantina mandiri di empat Rukun Tetangga (RT) RW 002 Kelurahan Krukut. Menurut dia, sejak kemarin bantuan untuk warga telah mengalir ke warga terdampak.
"Kemarin juga kita bantu dari kelurahan untuk 500 kilogram yang sudah diserahkan ke Pak RW untuk disalurkan ke warga," ujar dia.
Ilham menerangkan, bantuan juga datang dari Polres Jakbar. Ilham mengatakn, logistik dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama kurun waktu satu pekan ke depan.
Ilham menambahkan, Satgas tingkat Kota Jakarta Barat terus memantau kesehatan warga yang menjalani karantina mandiri.
"Kita terus monitor kesehatan tiap warganya kalau ada keluhan nanti Pak RW langsung merujuk," terang dia.
600 Orang Karantina
Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo menerangkan, bantuan yang diberikan Polres Jakarta Barat berupa beras, minyak hingga beberapa dus mie instan.
"Kita berikan bantuan pangan kepada warga yang menjalani lockdown," kata dia.
Ady mengatakan, tercatat ada 600 jiwa yang terdiri dari 298 Kepala Keluarga di RT 08,11,14,10 di wilayah RW 02 yang tengah menjalani micro lockdown. Dari data yang diterima, bantuan tersebut berjumlah 100 kilogram beras, 20 kotak mie instan, lima kotak masker dan satu dus minyak goreng kemasan.
Bantuan itu diberikan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan selama 14 hari ke depan sejak micro lockdown berlaku pada Kamis (6/1). Menurut Ady, bantuan tersebut diberikan agar warga tidak harus bekerja ataupun beraktivitas ke luar rumah selama kebijakan micro lockdown berlangsung.
Selain memberikan bantuan, Ady mengatakan, ia juga menempatkan personel guna menjaga pintu keluar dan masuk wilayah tersebut. Diharapkan dengan penjagaan yang diperketat, aktivitas warga yang keluar maupun masuk di wilayah tersebut bisa diperkecil.
Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com
(mdk/gil)