4 Fakta terbaru MRT, sebentar lagi akan dinikmati warga Jakarta
MRT tahap pertama dari Lebak Bulus - HI dalam hitungan bulan sudah akan beroperasi. Angkutan MRT diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan.
Angkutan massal Mass Rapid Transit (MRT) sebentar lagi akan bisa dinikmati warga Jakarta. MRT tahap pertama dari Lebak Bulus - HI dalam hitungan bulan sudah akan beroperasi.
Angkutan MRT diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan. Warga yang biasanya pakai kendaraan pribadi bisa beralih ke MRT. Apa saja update terbaru dari proses pengerjaan MRT, berikut fakta-faktanya:
Dapat mengangkut 1.950 penumpang
MRT Jakarta diprediksi bisa mengurangi kemacetan sekitar 30 persen. Bahkan untuk rute Lebak Bulus-Bundaran HI yang dikenal kawasan macet biasanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi saat jam sibuk membutuhkan waktu satu setengah jam. Dengan menggunakan MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI dapat ditempuh dalam waktu 30 menit.
Seperti di ketahui satu rangkaian kereta MRT bisa membawa 1.950 penumpang untuk sekali jalan. Selama 1 hari, kereta MRT ditargetkan mampu melayani hingga 173.400 orang.
MRT Jakarta sudah diuji coba
MRT telah diuji coba pada Kamis (23/8), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menjajal angkutan massal MRT. Anies memulai perjalannya dari depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan sampai Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Dia menyebut, naik kereta MRT sangat berbeda dengan kereta api listrik, sebab tidak ada goncangan selama di perjalanan.
"Terasa smooth sekali terasa seperti naik eskalator berjalan. Kalau dari sisi merasakan ridenya seperti itu, kalau sisanya iyaa sama penumpangnya warga Indonesia ngobrolnya Bahasa Indonesia lainnya sih sama semua," jelas Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan saat ini yang dikerjakan oleh MRT merupakan bagian dari proses tes pengujian dan pemeriksaan seluruh sistem yang ada. Yakni mengecek kefungsian sistem yang ada secara keseluruhan.
Siap beroperasi Maret 2019
Hingga kini, pengerjaannya sudah mencapai 95 persen. Karena itu Gubernur Anies menargetkan Mass Rapid Transit (MRT) beroperasi Maret 2019. "Kalau hitungannya prosentase menurut Pak Dirut sudah 95 persen, jadi tinggal 5 persen. Ini kecil-kecil," kata Anies di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar akhir Desember 2018 pihaknya akan mulai melakukan trail run atau uji coba operasi MRT rute Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Dia menyebut uji coba tersebut akan dilaksanakan hingga tiga bulan kedepan, yakni Maret 2019. Sehingga langsung dilaksanakan operasional secara komersil.
Tarif yang terjangkau
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, saat ini harga tiket MRT masih dalam pembicaraan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Harga tiket MRT nanti akan tergantung pada subsidi yang diberikan oleh Pemprov. Namun demikian, lanjut William, pihaknya telah menghitung kisaran tiket Rp 8.500. Asalkan, MRT bisa mengangkut penumpang rata-rata 130 ribu orang per hari.
"Masih pembahasan internal. Tetapi kemarin skenario angka tiket MRT Rp 8.500, kira-kira yang keluar itu 130 ribu penumpang. Itu yang ideal. Nanti dari pemerintah bagaimana kebijakannya," ungkap dia di Jakarta, Rabu (13/6/2018).
(mdk/has)