LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

34 Anak di Jakut gizi buruk, Sandiaga minta warga peduli dengan tetangga

"Kita minta komunitas masyarakat terlibat secara totalitas untuk mengidentifikasi, teman OK OCARE juga, Dinkes, Dinsos mengidentifikasi seandainya ada warga masyarakat yang teridentifikasi mengalami malnutrisi atau gizi buruk," tutur Sandiaga.

2018-02-03 17:13:36
Gizi Buruk
Advertisement

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta agar warga tidak cuek dengan tetangga sekitar. Hal itu guna mengidentifikasi adanya gizi buruk sedini mungkin.

"Jangan-jangan di Jakarta juga ada, jadi kita ingin masyarakat menyisir untuk peduli terhadap tetangganya, peduli terhadap sekitarnya," ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu (3/2).

Pun ia meminta kepada komunitas di masyarakat agar terlibat secara total guna mengidentifikasi warga yang mengalami gizi buruk.

Advertisement

"Kita minta komunitas masyarakat terlibat secara totalitas untuk mengidentifikasi, teman OK OCARE juga, Dinkes, Dinsos mengidentifikasi seandainya ada warga masyarakat yang teridentifikasi mengalami malnutrisi atau gizi buruk," tutur Sandiaga.

Nantinya, kata Sandiaga, ibu-ibu PKK juga akan turun mendatangi 34 anak yang terkena gizi buruk di Jakarta Utara. Ia meminta agar ibu-ibu PKK mendata dan memberikan bantuan makanan. Semua biaya akan ditanggung Pemprov DKI.

"Nanti ibu-ibu PKK akan turun untuk menjangkau yang tadi 34 orang yang mengalami gizi buruk itu. Kita ingin ibu-ibu PKK juga turun didata dan juga Dinas Sosial turun memberikan bantuan makanannya, Dinas Pendidikan juga pastikan, kemudian Perlindungan Perempuan dan Anak. Kita turunkan secara gerak cepat, kolaborasi dan partisipatif," kata Sandiaga seperti diberitakan Antara.

Advertisement

Sementara itu, Sandiaga menilai penyebab gizi buruk tidak melulu karena faktor ekonomi. Gaya hidup serta kurangnya informasi juga bisa menjadi penyebab terjadinya gizi buruk.

"Kadang-kadang (gizi buruk) bukan karena masalah ekonomi. Bisa karena gaya hidup, kurang informasi, akses terhadap makanan sehat, itu kadang tidak sengaja mereka," tutupnya, seperti diberitakan Antara.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, M Helmi mengatakan ada 34 anak yang menderita gizi buruk di sejumlah wilayah Jakarta Utara. Namun, jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2017 lalu.

"Jumlahnya di 2017 ada 194 sekarang berkurang 82 persen jadi 34 anak, itu per akhir Desember 2017. Mereka gizi buruk dengan penyakit penyerta seperti TB (Tubercolosis), dan sisanya karena masalah gizi. Asupan gizi kurang," kata Helmi saat dikonfirmasi, Jumat (2/2).

Helmi menjelaskan mereka mengalami gizi buruk karena faktor ekonomi yang sulit. Sehingga, orangtuanya tak memberi makanan yang bergizi.

Baca juga:
Atasi gizi buruk, Pemkab Wonogiri gencarkan Posyandu dan Polindes
Mensos soal 'kartu kuning' ke Presiden: Jokowi layak dapat jempol atasi KLB Asmat
Ribuan anak di Wonogiri kekurangan gizi
34 Anak di Jakarta Utara kena gizi buruk
Anies kroscek kabar di Jakarta Utara ada anak gizi buruk

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.