16 Rumah sakit pilih mundur jadi peserta KJS Jokowi
Ahok menyayangkan enambelas Rumah Sakit mundur dari KJS. Tapi, Ahok bantah KJS belum siap dalam hal ini.
Sebanyak 16 rumah sakit swasta di Jakarta memilih mundur sebagai peserta penyedia layanan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Alasannya, mereka merasa keberatan jika klaim asuransi yang diberikan pemprov terlalu kecil Rp 23 ribu, sementara mereka meminta klaim asuransi untuk tingkat provinsi Rp 50.000.
"Kita belum terima langsung, tapi kita perkirakan pasti akan terjadi," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Minggu (19/5).
Pria yang akrab disapa Ahok tak menyalahkan langkah keenambelas rumah sakit itu. Tapi andai mereka bersabar, lanjut Ahok, pihaknya akan melakukan evaluasi kembali soal penerapan tarif klaim asuransi itu.
"Makanya kami minta jalankan dulu dua bulan, baru Sekitar Juni atau Juli baru evaluasi. Sehingga kita bisa katakan BPJS kesehatan tidak mungkin jalan di DKI," jelasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menampik mundurnya enam belas RS dari KJS karena tidak siap. "Bukan belum siap," tegasnya.
Atas problem ini, Ahok berjanji akan menyampaikan hasil ujicoba dari beberapa rumah sakit yang masih bertahan dengan besaran klaim asuransi Rp 23.000 itu,
"Nah, kita uji coba, setelah Juni, secara teknis, biaya semua. Kita bisa kasih tahu pada menteri bahwa BPJS Indonesia itu tidak mungkin jalan dengan Rp 23 ribu. Ini DKI sudah kasih tahu semua. Ini yang kita maksudkan seperti itu," paparnya.
Berikut daftar RS yang mengundurkan diri :
1. RS Satya negara
2. RS Paru firdaus
3. RS Islam sukapura
4. RS Husada
5. RS Sumber waras
6. RS Thamrin
7. RS Admira
8. RS Bunfa suci
9. RS Mulya sari
10. RS Suka mulya
11. RS Port medical
12. RS Puri mandiri kedoya
13. RS Tria dipa
14. RS JMC
15. RS Mediros
16. RS Restu mulya
(mdk/ren)