LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Warga Satu Kampung di Garut Positif Covid-19, Begini Kronologinya

Rahmat melanjutkan, jika warga mulanya mengaku merasakan gejala identik Covid-19 yakni kehilangan indera penciuman pada Jumat 11 Juni hingga pada keesokan harinya pihaknya langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga.

2021-06-15 09:31:00
Jabar
Advertisement

Kasus lonjakan Covid-19 kembali terjadi di Garut Jawa Barat. Sebanyak 29 warga di Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet positif Covid-19.

Akibat kejadian itu, pemerintah desa pun langsung memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro. Upaya tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tak meluas.

Saat dihubungi wartawan, Camat Cisompet Rahmat Alamsyah mengatakan jika kejadian tersebut terungkap berkat tes usap dari orang yang memiliki gejala ringan pada pekan lalu.

Advertisement

"Saat ini mereka masih isolasi mandiri di rumahnya," terangnya, Senin (14/6) melansir dari Antara.

Warga Kehilangan Indera Penciuman

Rahmat melanjutkan, jika warga mulanya mengaku merasakan gejala identik Covid-19 yakni kehilangan indera penciuman pada Jumat, 11 Juni. Keesokan harinya pihak setempat langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga.

Advertisement

Dari pemeriksaan tersebut, lantas ditemukan 26 orang terkonfirmasi positif dari 35 warga yang menjalani pemeriksaan.

Kemudian, di hari Minggu lalu pihaknya juga kembali melakukan tes, hingga angkanya bertambah menjadi 29 orang yang dinyatakan positif.

"Ada 26 yang positif, lalu hari Ahad kita lakukan pemeriksaan lanjutan, jadi ada yang bertambah tiga orang. Total sekarang ada 29 orang," katanya.

Isolasi Dilakukan di GOR Desa

©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Adapun puluhan warga yang terkonfirmasi tersebut langsung menjalani isolasi di rumah masing-masing, serta di gedung olahraga (GOR) milik Desa Panyindangan.

Alasan pemilihan rumah masing-masing dan GOR karena warga di sana tidak ada yang merasakan gejala berat, sehingga bisa dikondisikan dengan tindakan isolasi mandiri.

"Sampai hari ini belum ada yang dirujuk ke rumah sakit karena gejalanya masih ringan, kita fokuskan ke desa karena kejadian banyak," katanya.

200 Jiwa Warga Siap Dipenuhi Kebutuhannya

Sementara itu, guna memutus mata rantai penularan, pihaknya akan memberlakukan pembatasan sosial hingga 14 hari ke depan dengan pengawasan ketat dari Satgas Covid-19 setempat.

Tercatat sebanyak 98 kepala keluarga, atau sekitar 200 jiwa warga di kampung tersebut diminta bertahan dengan membatasi mobilisasi di luar rumah.

Pihaknya juga disebut akan memenuhi kebutuhan hidup, dengan menyalurkan bantuan yang disiapkan oleh pemerintah desa hingga kabupaten.

"Itu akan disiapkan oleh pemerintah desa dan kabupaten, sebab kalau lockdown kita harus memenuhi hidupnya, karena pergerakan mereka dibatasi," katanya

Tingkat Penularan Masih Tinggi

Tingkat penularan di Kabupaten Garut sendiri terbilang masih tinggi, dengan sebelumnya kasus serupa juga menimpa puluhan warga lain di Kecamatan Bangbulang hingga harus menjalani isolasi di balai desa dan rumah sakit.

Dihubungi secara terpisah Minggu (13/6), Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengungkapkan jika dalam sehari kasus penularan wabah Covid-19 di Garut bisa lebih dari 200 orang.

Hal tersebut sesuai dari hasil laporan harian, sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah untuk terus mengatasi wabah tersebut.

Tercatat dari hasil laporan Satgas Covid-19 Garut per- Jumat (11/6) lalu, angka terkonfirmasi berada di 253 kasus. Lalu di hari berikutnya Sabtu (12/6) kembali bertambah menjadi 265 kasus.

Abai Prokes dan Mudik Lebaran Jadi Penyebab

©Shutterstock

Di kesempatan itu, Helmi mengungkapkan tingginya kasus penularan didasari karena rendahnya tingkat kepatuhan prokes dari warga (diabaikan), termasuk prediksi pasca Lebaran.

Kemudian, penemuan ratusan kasus juga terungkap berkat masifnya penelusuran terhadap kontak erat warga dengan pasien tertular Covid-19.

"Saya kira dua-duanya yah, pertama memang angka terjangkitnya tinggi, terus sesuai prediksi pasca Lebaran itu ada 'outbreak'," katanya.

Pihaknya pun akan terus melakukan tracing, sehingga potensi penyebaran dini bisa dicegah dan penanganan yang lebih cepat.

"Jadi ini tuntutan supaya tidak ada penyebaran lebih banyak dan lebih besar," katanya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.