LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Walkot Bandung Imbau Jajanan Ciki Ngebul Berbahaya, Ini Alasannya

Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Yana Mulyana mengimbau agar masyarakat di wilayahnya bisa menghindari jajanan ciki ngebul. Makanan tersebut diketahui memiliki risiko tinggi bagi tubuh manusia.

2023-01-17 14:38:00
Jabar
Advertisement

Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Yana Mulyana mengimbau agar masyarakat di wilayahnya bisa menghindari jajanan ciki ngebul. Makanan tersebut diketahui memiliki risiko tinggi bagi tubuh manusia.

Yana Mulyana mengungkapkan jika saat ini makanan yang bercampur dengan nitrogen cair itu telah banyak menimbulkan korban keracunan. Untuk itu, dirinya melarang peredaran ciki ngebul di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat.

Terdapat sejumlah risiko dari jajanan tersebut, dan berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia terlebih anak-anak. Berikut ulasan selengkapnya.

Advertisement

Berbahaya bagi Lambung

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana ©2022 Liputan6 /Merdeka.com

Advertisement

Makanan yang terdiri dari ciki warna-warni yang diberi unsur nitrogen cair itu disebut Yana memiliki risiko tinggi bagi tubuh. Saking dinginnya, makanan tersebut bisa merusak organ tubuh salah satunya lambung jika dikonsumsi.

Guna mencegah hal itu terjadi, dirinya telah meminta Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat untuk membuat surat edaran yang isinya terkait pelarangan penjualan makanan itu di wilayahnya.

"Sebab risikonya, nitrogen itu kalau sampai tertelan bisa bahaya. Gelas saja bisa pecah kalau terkena nitrogen yang membeku, apalagi lambung,” terang Yana, Senin (16/1) lalu, mengutip ANTARA.

Pinta Orang Tua Pantau Jajanan Anak

Meski begitu, Yana mengatakan bahwa kasus keracunan ciki ngebul itu belum terjadi di Kota Bandung. Orang tua saat ini juga diminta untuk memantau jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anaknya.

“Selain memantau jajanan anak-anak di sekolah, kami juga mengimbau agar para pedagang sekitar sekolah untuk tidak menjual chiki ngebul,” beber Yana.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian, menjelaskan jika di wilayahnya belum ditemukan adanya kasus keracunan jajanan ciki ngebul. Walau begitu, dirinya menyampaikan beberapa rumah sakit berpotensi menerima rujukan pasien ciki ngebul dari daerah lain.

Dinkes siap menjalankan antisipasi lanjutan, saat diberikan instruksi teknis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Sejauh ini kami tidak menemukan ada laporan pasien warga Kota Bandung akibat makan chiki ngebul. Kami pastikan ini laporannya dari seluruh rumah sakit," tandas Anhar.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.