LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Viral 'Kampung Mati' di Majalengka, Ini Sederet Fakta di Baliknya

Baru-baru ini Kabupaten Majalengka menjadi sorotan. Muncul video viral yang memperlihatkan sebuah kampung yang kosong, seperti 'desa mati'. Disebutkan jika seluruh penghuni di desa tersebut terpaksa meninggalkan kampung karena alasan tertentu.

2021-02-02 13:48:00
Jabar
Advertisement

Baru-baru ini Kabupaten Majalengka menjadi sorotan. Muncul video viral yang memperlihatkan sebuah kampung yang kosong, seperti 'desa mati'. Disebutkan jika seluruh penghuni di desa tersebut terpaksa meninggalkan kampung karena alasan tertentu.

Seperti yang belum lama ini didokumentasikan oleh Youtuber Bucin TV, ia melakukan ekspedisi di desa yang diketahui bernama Sidamukti. Ia mengabadikan kondisi rumah-rumah penduduk yang ditinggal dalam keadaan kosong. Bahkan, ada beberapa rumah yang tidak dikunci.

Dari video yang diunggah dalam beberapa episode itu, terlihat juga banyak rumah yang masih dalam kondisi baik. Suasana di desa itu tampak tenang dan asri. Lantas apa yang membuat ratusan warga di kampung itu memilih untuk meninggalkan rumahnya?

Advertisement

Rawan Pergeseran Tanah

YouTube Bucin TV ©2021 Merdeka.com

Advertisement

Menurut narasi yang disebutkan oleh Youtuber tersebut, penyebab ratusan kepala keluarga meninggalkan Sidamukti, ialah karena kawasan itu menjadi titik pergeseran tanah.

“Desa ini terbengkalai sejak tahun 2012 temen-temen, karena daerah ini rawan longsor dan sering terjadi patahan-patahan atau pergeseran tanah. Pertama kali terjadi di tahun 2001, kemudian terjadi lagi di tahun musibah bencana alam di tahun 2012. Sejak saat itu pemerintah setempat mengimbau agar masyarakat meninggalkan Desa Sidamukti dan sekitarnya agar terhindar bencana,” terangnya.

Salah seorang warga di Dusun Cigintung (tak jauh dari Sidamukti) membenarkan kejadian tersebut. Menurut warga yang akrab disapa Abah Dayat tersebut, sekitar 10 tahun lalu, wilayah tersebut mengalami pergeseran tanah yang masif. Sehingga banyak warga yang mengungsi.

“Kejadian ini ada lah 10 tahunan lalu mah, nah ini karena pergerakan tanah. Banyak warga yang pindah ke Cimuncang (desa tetangga) dan ke kota,” terangnya sambil mencari rumput saat diwawacara di kanal Youtube Rizquna Channel.

Pergeseran Terjadi Dini Hari

©2021 Kanal Youtube Bucin TV/editorial Merdeka.com

Salah satu kejadian yang masih diingat warga di wilayah tersebut adalah kejadian pergeseran tanah pada tengah malah di tanggal 23 April 2013. Saat itu banyak dari masyarakat di wilayah Dusun Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma tengah meronda pukul 00.30 WIB.

Tiba-tiba, masyarakat merasakan seperti gempa kecil. Tanah serta jalan aspal mengalami keretakan yang cukup parah hingga pukul 03.00 WIB pagi. Masyarakat pun mulai kembali ke rumah dan membangunkan anggota keluarga masing-masing

“Saat itu saya sedang melaksanakan ronda berempat, ketika sedang berjaga tiba tiba kepala seperti pusing dan kurang lebih 100 meter di ujung jalan kondisi tanah mulai retak retak seperti lidi memanjang dan semakin lama semakin besar hingga terasa mirip gempa hingga pukul 05.00 WIB TNI, Polisi dan Tagana datang membantu evakuasi warga” ujar warga sekitar tersebut via Channel Youtube Afip Kawali.

Terkait Pembangunan Bandara Kertajati

Desa Kertasari Majalengka yang masuk area pembangunan Bandara Kertajati/©2021 Kanal Youtube Wekajurnal/editorial Merdeka.com

Selain karena pergeseran tanah, beberapa desa lainnya ditinggalkan oleh masyarakat karena terkait pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yakni Desa Kertasari, Kertajati, Majalengka.

Dilansir dari Youtube Wekajurnal, Desa Kertasari juga ditinggalkan warga setempat karena wilayahnya merupakan bagian dari tanah milik Bandara Kertajati. Namunm hingga saat ini masih dibiarkan terbengkalai. Rumah-rumah, balai desa serta bangunan lainnya perlahan mulai hancur dimakan usia.

“Desa kertasari ini sejak tahun 2012 sudah tidak di gunakan lagi,karena desa ini masuk pada arel pembangunan bandara kertajati. dan sebagian penduduk nya pun ikut pindah Karena sudah mendapat pembebasan lahan dan rumah dari pemerintah,inilah dulur penampakan desa kertasari yang tinggal kenangan," tulis keterangan di Wekajurnal.

Mulai 'Hidup' Lagi

Walau begitu, beberapa desa sudah mulai 'hidup kembali'. Mulai ada aktivitas hingga pembangunan sarana rumah ibadah. Seperti terjadi di di Dusun Cigintung. Beberapa anak setempat juga terlihat bermain dan ibu-ibu mulai kembali berkumpul untuk beraktivitas seperti biasa.

“Ada masjid di sekitar sini itu ditempati kembali, suka ada yang nyari rumput dipakai untuk solat, jadi sebagian udah kuat (Tidak bergerak lagi) dan sudah mulai diisi warga lagi,” paparnya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.