Alasan Deddy Corbuzier Usul Raditya Dika Jadi Influencer untuk Promosi Vaksin Corona
Deddy ternyata punya alasan tersendiri mengapa baginya komika yang akrab disapa Radit itu dinilai pantas mengkampanyekan vaksin.
Indonesia sudah memulai untuk memberikan vaksin Covid-19 kepada seluruh masyarakat pada Rabu (13/1) kemarin. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China tersebut.
Usai Presiden Jokowi, sederet nama pejabat serta perwakilan masyarakat dan anak muda dari dunia hiburan juga juga mulai menerima vaksin Covid-19 kloter pertama. Salah satunya, seperti artis dan presenter kondang, Raffi Ahmad.
Namun rupanya, sebagai orang pertama penerima vaksin, suami Nagita Slavina ini sempat menuai kontroversi. Pasalnya, ia terlihat menghadiri sebuah pesta dan melanggar protokol kesehatan usai divaksin. Terkait perihal itu, Raffi pun telah menuturkan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Setelah polemik Raffi Ahmad tersebut, Deddy Corbuzier memberi saran kepada pemerintah terkait influencer yang dianggapnya juga dapat mempromosikan vaksin dengan baik. Deddy menyebut bahwa Raditya Dika adalah sosok yang tepat untuk posisi tersebut.
Ia memiliki alasan tersendiri mengapa baginya komika yang akrab disapa dengan Radit itu dinilai pantas mengkampanyekan vaksin corona. Berikut selengkapnya:
Saran Deddy Corbuzier Kepada Pemerintah
Deddy Corbuzier memberikan saran kepada pemerintah pertama kali lewat kicauan di Twitternya. Kemudian, ia mengunggah tangkapan layar postingan tersebut melalui Instagramnya.
Dalam unggahannya itu, Deddy Corbuzier mulanya mengawali sarannya dengan menyebut ada dua tipe influencer. Ia pun menyarankan agar pemerintah bisa menyeimbangkan dari dua tipe influencer yang dimaksudnya itu untuk mempromosikan vaksin.
"Dear my beloved government.. There are 2 types of influencer.. Those who's base on fame and base on value.. I think u need to balance those two in vaccines promotion.. (Kepada pemerintahku tercinta. Ada 2 tipe influencer. Mereka yang berdasarkan ketenaran dan mereka yang berdasarkan nilai. Saya pikir anda harus menyeimbangkan keduanya dalam promosi vaksin)," kicau Deddy Corbuzier di Twitter yang kemudian diunggah kembali ke Instagram.
Kendati begitu, pembawa acara Hitam Putih ini tak menyalahkan pilihan influencer pemerintah tersebut. Hanya saja menurutnya Raditya Dika memenuhi syarat dari segi nilai.
"I don't against Ur choices of influencer. but also use people like Raditya Dika For value. (Saya tidak menentang pilihan influencer Anda. Tetapi juga gunakanlah orang-orang seperti Raditya Dika untuk nilai)," ujarnya.
Instagram/mastercorbuzier©2021 Merdeka.com
Alasan Menunjuk Raditya Dika
Lewat keterangan unggahannya tersebut, Deddy pun menjelaskan alasan mengapa Raditya Dika menjadi sosok yang tepat untuk mempromosikan vaksin Covid-19. Menurutnya, Raditya termasuk orang-orang yang sangat peduli dengan masalah pandemi ini.
"Ga ada yg salah... Hanya bisa lebih baik. Fame is important for spreading the news.. But trust? U need value. @dr.tirta @raditya_dika. Kenapa Radit? Saya tahu dia dengan baik. Saya tahu bagaimana dia peduli dengan pandemi ini. Saya tahu dia akan menyebarkan berita baik. Saya tahu dia akan menjaga nilai tersebut. Aku banyak berdiskusi dengannya. Dia salah satu orang yang tepat," jelas Deddy.
Kendati begitu, Deddy pun tak menyebut bahwa Raffi Ahmad adalah pilihan yang salah untuk mempromosikan vaksin Covid-19. Ia pun menegaskan bahwa masyarakat juga membutuhkan edukasi. Lantaran berbagai pertimbangan nilai tersebut, Deddy pun percaya bahwa Raditya Dika bisa melakukannya.
"Enggak salah. Raffi pilihan baik, untuk menyebarluaskan. Kita butuh juga edukasi. Kalau bicara influencer... Raditya Dika baru punya bayi.. Sangat kena milenial walau usianya enggak muda. Sangat care dengan COVID. So u need to use both," jawab Deddy membalas komentar salah seorang netizen.
Instagram/mastercorbuzier©2021 Merdeka.com