Upacara Saraswati di Pura Cimahi
Upacara Hari Raya Saraswati merupakan upacara hari suci bagi agama Hindu. Hari Raya Saraswati dilaksanakan setiap 6 bulan sekali atau 210 hari sekali, yaitu pada hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung. Upacara Hari Raya Saraswati dilakukan dengan memuja Sang Hyang Widhi Wasa dengan pembacaan dan renungan isi ajaran pustaka.
Upacara Hari Raya Saraswati merupakan upacara hari suci bagi agama Hindu. Saraswati merupakan hari raya untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa dalam kekuatannya menciptakan ilmu pengetahuan dan ilmu kesucian.
Hari Raya Saraswati dilaksanakan setiap 6 bulan sekali atau 210 hari sekali, yaitu pada hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung. Upacara Hari Raya Saraswati dilakukan dengan memuja Sang Hyang Widhi Wasa dengan pembacaan dan renungan isi ajaran pustaka.
©2021 Merdeka.com
Pada pelaksanaan upacara Saraswati terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap pra upacara, upacara inti dan upacara penutupan.
Di atas, umat Hindu sedang membawa persembahan di Pura Agung Wira Loka Natha saat upacara Saraswati di Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (7/12/2019) lalu.
©2021 Merdeka.com
Hari Raya Saraswati diartikan sebagai turunnya ilmu pengetahuan. Melansir dari merdeka.com, Mangku Widya mengatakan bahwa di hari Saraswati selalu identik sebagai harinya para pelajar.
©2021 Merdeka.com
Dalam kepercayaan umat Hindu, Hari Raya Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci pada manusia untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peradaban yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
Mangku juga menjelaskan bahwa di Hari Saraswati juga disimboliskan sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan berdasarkan pada kisah sang Watugunung.
©2021 Merdeka.com
Kisah raja yang tidak pernah ada hentinya menuntut ilmu, bahkan tak pernah puas menuntut ilmu. Hingga mendapat pencerahan ilmu pengetahuan tertinggi dari sang Aji Saraswati.
(mdk/nis)