LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Tutup Akibat Pandemi, 'Emak-emak' di Garut Ini Nekat Buka Paksa Pantai Rancabuaya

Pembukaan blokade water barrier tersebut adalah buntut dari kesalahpahaman antara warga setempat yang merupakan pedagang musiman dengan para petugas yang menghalau wisatawan agar tidak berwisata saat pandemi Covid di Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut.

2020-05-28 08:50:00
Jabar
Advertisement

Beredar sebuah video yang tengah viral di media sosial. Video tersebut menampilkan sekelompok 'emak-emak' warga kawasan wisata Pantai Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang melakukan protes terhadap penutupan akses pintu masuk menuju wisata Pantai Rancabuaya.

Dalam video yang beredar di aplikasi pesan WhatsApp ini menjadi perhatian. Hal ini dikarenakan sekelompok ibu-ibu melakukan aksi pembukaan secara paksa portal yang dipasang oleh petugas keamanan setempat. Portal yang dipasang tersebut berguna untuk menghalau wisatawan yang hendak berlibur di kawasan objek wisata akibat adanya pandemi Covid-19.

Advertisement

Membuka Paksa Water Barrier

©2020 Merdeka.com/iqbal

Diketahui bahwa alasan para ibu membuka paksa portal karena sepinya pengunjung pasca diblokade oleh petugas, sehingga penghasilan warga setempat menjadi turun selama masa libur lebaran. Video aksi tersebut berlangsung selama 12 detik.

Advertisement

Di video tersebut, kelompok 'emak-emak' yang protes nekat memindahkan water barrier yang telah dipasang petugas sehingga menghalangi pengunjung yang hendak berlibur lebaran.

Mempersilahkan Pengujung Masuk

Para ibu juga terlihat mempersilahkan sebuah mobil putih berjenis city car serta pick up berwarna hitam untuk masuk ke dalam wisata pantai tersebut. Mobil pick up hitam itu diduga mengangkut rombongan warga yang hendak menghabiskan masa libur lebaran.

Selain para warga yang didominasi 'emak-emak' yang menyuruh masuk, sang perekam video pun terdengar tertawa dan ikut mempersilakan para pengunjung untuk memasuki kawasan wisata pantai di Kabupaten Garut itu dengan berkata “hahaha masuk masuk”.

Salah Paham dengan Aturan Petugas

Seperti yang dikutip dari Merdeka.com, menurut Hidayat (42), salah seorang warga setempat mengatakan jika kejadian tersebut merupakan kesalah pahaman antara petugas dengan para pedagang musiman di sana.

Para pedagang hanya mengetahui jika penutupan objek wisata tersebut hanya berlaku bagi warga luar Garut seperti Jakarta dan sekitar, namun tidak bagi warga lokal.

"Yang dilarang itu memang wisatawan yang datang dari luar Garut, seperti Bandung atau Jakarta. Kalau wisatawan lokal mah boleh, asal tidak sambil berkumpul. Harus menjaga jarak. Memang sekarang kan banyak yang datang ke Pantai Rancabuaya karena Santolo, Sayang Heulang, bahkan Jayanti di Cianjur ditutup," ujar dia.

Tidak Ada Pemasukan saat Lebaran

Hidayat juga menambahkan jika saat ini sejak lebaran mereka tidak memiliki pemasukan akibat sepinya para pengunjung yang tidak berani berkunjung akibat pandemi Covid-19 dan pemblokiran akses menuju wisata pantai tersebut.

Mereka yang membuka ini adalah pedagang musiman di Pantai Rancabuaya. Aksi itu dilakukan karena mereka kesal sebab penutupan membuat mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan.

"Kan jadinya tidak ada wisatawan," ujar Hidayat, Rabu (27/5).

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.