LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Terlalu Lama Belajar Online, Siswa Kelas 4 SD di Cianjur Ini Lupa Cara Membaca

Fenomena tersebut justru membuat anak-anak Sekolah Dasar (SD) kewalahan. Bahkan, ada anak kelas 4 SD lupa cara membaca, seperti yang terjadi di SD Negeri Ibu Dewi 1, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

2021-09-17 10:02:00
Jabar
Advertisement

Pandemi Covid-19 membuat sektor pendidikan terdampak. Kondisi ini memaksa sekolah memberlakukan belajar jarak jauh secara online. Kondisi ini berlangsung cukup lama hingga 1,5 tahun.

Ironisnya, fenomena tersebut justru membuat anak-anak Sekolah Dasar (SD) kewalahan. Bahkan, ada anak kelas 4 SD lupa cara membaca, seperti yang terjadi di SD Negeri Ibu Dewi 1, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Iya, saya sampai kaget saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ada siswa pelajar kelas IV SD Negeri Ibu Dewi 1 Cianjur lupa membaca," ujar Bupati Herman Suherman, Senin (13/9/2021) saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di PPKM Level 2 di Cianjur, melansir laman Dream.co.id.

Advertisement

Latar Belakang Keluarga Mempengaruhi

Bupati Cianjur, Herman Suherman ©2021 hermansuherman.com/Merdeka.com

Advertisement

Herman mengatakan, selain proses belajar online, ternyata latar belakang keluarga juga memengaruhi kualitas belajar anak usia Sekolah Dasar.

Menurutnya, latar belakang ekonomi rendah mengakibatkan keluarga tersebut tak memiliki perangkat telepon genggam juga pulsa dan kuota. Sehingga, membuat mereka tidak bisa mengikuti proses belajar daring secara maksimal.

"Salah satu contohnya siswa di SD Negeri Ibu Dewi 1, ternyata orang tuanya saat dikunjungi gurunya, secara ekonomi masuk ke dalam kategori pendapatan rendah, katanya nggak punya handphone, apalagi harus membeli pulsa," katanya.

Anak Kurang Pendampingan saat Belajar

Merespons hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Himan Haris mengatakan, banyak siswa lupa cara membaca karena proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kurang pendampingan dari para orang tua. Sehingga, siswa hanya belajar sendiri.

Menghadapi kondisi itu, pihaknya berkoordinasi dengan para guru di SD untuk mencari solusi dari permasalahan ini.

"Memang murid kelas 4 SD tersebut lupa membaca karena kelamaan di rumah, dan setelah kami telusuri ternyata ibunya bekerja dan ayahnya sudah meninggal, jadi tidak ada yang memperhatikannya saat belajar di rumahnya," imbuhnya.

Solusi dari Bupati

Bupati Herman Suherman memberikan solusi yang bisa digunakan untuk mencegah berlarutnya masalah ini. Ia melanjutkan, lupa membaca menjadi salah satu indikator menurunnya kualitas pendidikan. Kondisi ini terjadi di hampir semua daerah, termasuk Cianjur.

Herman menginstruksikan para guru untuk segera menangani persoalan ini. Dia meminta para guru memberikan pelajaran tambahan agar para siswa bisa kembali membaca.

"Hampir semua daerah yang ada di seluruh Indonesia mengalami hal yang sama, terutama di dunia pendidikan, indikatornya pun sama," ucapnya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.