Tembus 5.000, Ini 4 Fakta Kasus Perceraian di Kota Bandung yang Terus Meningkat
Angka perceraian di Kota Bandung sepanjang tahun 2020 ini terus meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial pada Kamis (3/9).
Angka perceraian di Kota Bandung sepanjang tahun 2020 ini terus meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial pada Kamis (3/9).
"Ada sekitar 5.000 perkara perceraian dari Januari hingga sekarang," kata Oded seperti dilansir dari Antara.
Faktor Ekonomi hingga Ketidakcocokan Pasangan
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Wali kota yang biasa disapa Mang Oded tersebut menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian di wilayahnya, mulai dari faktor ekonomi hingga ketidakcocokan kedua pasangan.
Berdampak Terhadap Psikis Anak
Menurut Oded, tingginya angka perceraian di Bandung tersebut akan berdampak buruk terhadap perkembangan psikis sang anak yang orang tuanya harus berpisah. Dari ribuan kasus perceraian tersebut, diprediksi akan ada ribuan anak yang bakal terdampak.
"Masing-masing misalnya punya anak tiga, berapa anak yang menjadi korban," katanya.
Diprediksi Bisa Tembus 7.000 Kasus
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pengadilan Agama Kota Bandung, angka perceraian di Kota Kembang ini diperkirakan terus meningkat hingga menembus angka 7.000 kasus di akhir 2020 nanti.
"Mereka (pengadilan agama) menyampaikan informasi bahwa di Bandung selama ini ada 5.000 perkara perceraian dari Januari sampai sekarang dan diperkirakan sampai 7.000," kata Oded.
Dibutuhkan Edukasi Pranikah dan Keluarga
Mang Oded juga mengingatkan pentingnya edukasi tentang keluarga atau pernikahan, sehingga bisa menyelesaikan semua masalah rumah tangga dengan baik.
"Badai apapun bisa bertahan. Ketahanan keluarga mulai dari iman, moralitas, dan ekonomi," pungkasnya.