LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Tanpa Alat Pelindung, Intip Cara Orang Desa Garut Panen Lebah Madu di Ketinggian

Mencari madu di sarang lebah secara langsung masih menjadi pilihan warga di wilayah pedesaan Padahurip, Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka harus bertaruh nyawa demi mendapatkan sumber pemanis alami itu. Tak tanggung-tanggung, proses pengambilan dilakukan tanpa bantuan alat pelindung apapun.

2023-03-15 20:11:00
Jabar
Advertisement

Mencari madu di sarang lebah secara langsung masih menjadi pilihan warga di wilayah pedesaan Padahurip, Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka harus bertaruh nyawa demi mendapatkan sumber pemanis alami itu. Tak tanggung-tanggung, proses pengambilan dilakukan tanpa bantuan alat pelindung apapun.

Seperti diunggah di kanal YouTube Garut Turunan Kidul beberapa waktu lalu, terlihat seorang pria bersiap memanen madu dengan alat seadanya. Tak perlu berlama-lama, ia berhasil mendapatkan buruannya.

Namun demikian, perjuangannya tidaklah mudah karena posisi sarang lebah yang dipanen berada di atas pohon besar dengan risiko serangan koloni lebah madu yang berbahaya. Seperti apa perjuangannya? Berikut selengkapnya.

Advertisement

Blusukan ke Dalam Hutan

©2023 YouTube Garut Turunan Kidul/Merdeka.com

Advertisement

Untuk mendapatkan madu berjenis odeng itu, petani diharuskan blusukan ke dalam hutan. Penyebabnya, lebah-lebah akan membuat sarang di tempat yang jauh dari jangkauan manusia. Hal ini memungkinkan madu dihasilkan secara maksimal hingga memengaruhi kualitas saat panen.

Iyan Suryana, pencari madu tersebut mengatakan jika keseharian para pencari madu odeng adalah menjelajahi ke hutan-hutan.

“Iya seperti ini keseharian kami para pencari lebah madu (blusukan ke hutan),” kata Iyan Suryana.

Hanya Bermodalkan Ranting yang Dibakar

©2023 YouTube Garut Turunan Kidul/Merdeka.com

Iyan menunjukkan kemampuannya mengambil madu di sarang yang berada di atas sebuah pohon aren besar. Ia juga mengamati sisi mana yang akan dipanjat, dan segera melakukan persiapan.

Setelah siap, dirinya lantas membakar ranting yang sudah disusun dan diikat hingga mengeluarkan asap pekat. Ini yang kemudian menjadi senjata untuk mengusir lebah-lebah agar tidak menyerang saat madunya diambil.

Untuk menjangkau posisi sarang, Iyan memanjatnya dengan hati-hati agar tidak terjatuh dan bisa memanen dengan mudah.

“Sarang lebahnya sudah di depan mata. Sekarang tinggal kita sapu saja pakai asap ini,” katanya, sembari memperlihatkan cara mengusir lebah-lebah itu.

Berhati-hati Memilih Pijakan

Dikarenakan posisinya berada di atas pohon aren, Iyan sebisa mungkin menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh. Pemilihan ranting pohon yang kuat dan tebal menjadi kemampuan yang harus digunakan selama memanen madu odeng.

“Ini agak rumit, harus berpindah dahan, karena tadi naiknya dari pohon sebelah,” katanya.

Selama beberapa menit ia mengusir koloni lebah itu dengan mendekatkan ranting yang terbakar dan berasap tebal. Lebah-lebah yang singgah kemudian berhasil pergi dan memudahkan Iyan memotong sarangnya yang dipenuhi madu.

Menurutnya, sarang yang berisi madu bernama bee pollen. Di situ, terdapat banyak madu dengan tekstur yang lembut.

“Ini super besar madunya, tapi sebelum dipanen kita bersihkan dulu bee pollen-nya,” katanya.

Dijual Rp250 Ribu Per Botol

Adapun untuk madu hutan itu, ia membanderolnya Rp250 ribu per kilogram atau per botol. Pengambilannya yang rumit dan bertaruh nyawa menjadi alasan harga madu menjadi mahal. Selain itu, madu juga memiliki beragam khasiat untuk kesehatan.

“Harganya Rp250 ribu per kilogram atau per botol sama saja. Untuk pemesanan bisa melalui WA, 082318005005,” kata Iyan.

Selain itu, risiko disengat juga menjadi tantangannya mencari madu. Iyan menunjukkan bagian punggung dan telapak tangannya yang penuh dengan sengatan lebah.

“Dan ini dia perjuangannya, pada bengkak karena tersengat lebah,” katanya.

Selain menjual via WhatsApp, Iyan Suryana juga menjual madu odeng asli di laman media sosial Facebooknya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.