LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Tak Hanya di Ponorogo, Intip Keunikan Reog Sunda yang Mulai Terlupakan

Dalam setiap pementasannya, tarian tersebut juga kerap diiringi alat musik bambu besar, yang menghasilkan pola ketukan bernama dog-dog. Biasanya Reog Sunda kerap membawakan tema yang jenaka dengan isu sosial yang sedang hangat.

2020-11-20 06:30:00
Jabar
Advertisement

Selama ini Jawa Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi khasnya yang unik dan beragam. Berdasarkan data dari publikasi Kemdikbud di tahun 2018, setidaknya terdapat 1.165 kesenian yang tercatat.

Salah satu di antaranya adalah Reog Sunda. Tentu tradisi Reog sudah berkembang lawas di Parahyangan sejak dahulu kala. Kesenian tersebut awalnya merupakan sebuah tari-tarian yang kerap dimainkan untuk menyebarkan Agama Islam.

“Pada zaman dahulu Reog sudah berkembang dalam rangka mengibarkan agama islam, hingga tahun 1965 yang mulai terjadi huru hara sampai tahun 1970 an aktivitasnya kian berkurang” kata Endang Tariana, selaku ketua Paguyuban Seni Reog Jawa Barat, seperti dikutip dari kanal Ismail Fahmi (19/11).

Advertisement

Dalam setiap pementasannya, tarian tersebut juga kerap diiringi oleh alat musik bambu besar, yang menghasilkan pola ketukan bernama dog-dog. Reog Sunda banyak dipentaskan di wilayah Kabupaten Sumedang, Bandung serta beberapa wilayah di Tatar Parahyangan lainnya.

Kerap Dipentaskan Oleh Empat Orang

Advertisement

©2020 Kanal Youtube Krisna Euy/Editorial Merdeka.com

Dikutip dari disparbud.jabarprov.go.id, Reog Sunda kerap dimainkan oleh empat orang seperti dalang untuk mengatur jalannya permainan, lalu wakil dalang serta asistennya satu orang untuk membantu hal teknis dan satu orang berikutnya sebagai penabuh dog-dog.

Namun di beberapa daerah Reog juga dipentaskan oleh empat orang dengan seluruh pemainnya memainkan dialog dan diiringi kendang, terompet, gong, dan kecapi serta alat musik modern seperti keyboard dan gitar elektrik.

“Kesenian reog dimainkan oleh empat orang, yaitu seorang dalang yang mengendalikan permainan, wakilnya dan ditambah oleh dua orang lagi sebagai pembantu. Dalang memainkan dogdog berukuran 20 cm yang disebut dogdog Tilingtingtit. Wakilnya memegang dogdog yang berukuran 25 cm yang disebut Panempas, pemain ketiga menggunakan dogdog ukuran 30-35 cm yang disebut Bangbrang dan pemain keempat memegang dogdog ukuran 45 cm yang disebut Badublag,” seperti tertulis di situs tersebut.

Perbedaan dengan Reog Ponorogo

©2020 Kanal Youtube Krisna Euy/Editorial Merdeka.com

Salah satu hal yang mencolok dan menjadi ciri khas dari Reog Sunda adalah tidak terdapatnya topeng besar dan tanpa suasana mistis sama sekali. Selain itu, Reog Sunda juga kerap membawakan tema yang jenaka dengan isu sosial yang sedang hangat.

Seperti terlihat di salah satu video pementasan Reog Sunda di Kabupaten Sumedang yang diunggah di kanal Krisna Euy. Di video tersebut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berupaya mensosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru lewat pertunjukan Reog Sunda.

“Sampurasun, dina dinten iyeu aya makalangan ti Dinas Pariwisata Kabupaten Sumedang aya sosialisasi perkawis new normal atawa AKB alias Adaptasi Kebisaaan Baru. (Permisi semuanya, di hari ini kami ada pesan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sumedang untuk mensosialisasikan tentang new normal atau AKB alias Adaptasi Kebiasaan Baru),” tutur para pemain Reog Sunda dengan gaya jenakanya tersebut.

Grup Reog Sunda yang Masih Cukup Eksis

©2020 Kanal Youtube Krisna Euy/Editorial Merdeka.com

Saat ini terdapat beberapa grup reog yang masih cukup eksis menghibur masyarakat di Jawa Barat seperti Reog Gembol Grup dari Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Reog Gojeh dari Kebon Waru, Batununggal, Kota Bandung serta Reog Family Grup dari Conggeang Kulon, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.