LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Tak Boleh Pakai Speaker, Intip Sisi Unik Kampung Santri Benda Kerep di Cirebon

Sekilas memang tampak tak jauh berbeda dengan suasana kampung santri yang ada di desa-desa lainnya. Namun saat memasuki jadwal salat lima waktu, jangan kaget jika di Kampung Benda Kerep, Cirebon tidak terdengar suara azan maupun ikamah yang biasa nyaring melalui pengeras suara.

2021-10-19 17:37:00
Jabar
Advertisement

Gema rebana kerap terdengar sayup-sayup di sepanjang jalan. Suasana khas kota pesantren juga cukup terasa saat melintas di wilayah Kelurahan Argasunya RT.01/ RW.11, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Sekilas memang tampak tak jauh berbeda dengan suasana kampung santri yang ada di desa-desa lainnya. Namun saat memasuki jadwal salat lima waktu, jangan kaget jika di sana tidak terdengar suara azan maupun ikamah yang biasa nyaring melalui pengeras suara.

Hal unik tersebut merupakan ciri khas dari Kampung Benda Kerep yang berjarak lebih kurang 8 kilometer dari pusat kota. Bahkan seperti diinformasikan channel YouTube Kanal Koela yang dilansir Selasa (19/10), wilayah tersebut merupakan kawasan yang menjunjung tinggi akhlak serta etika tanpa keriuhan teknologi pada umumnya. Berikut kisah uniknya.

Advertisement

Tak Ada Teknologi Televisi, Sepeda Motor Maupun Radio

©2021 Channel YouTube Kanal Koela//Merdeka.com

Advertisement

Seperti diinformasikan sebelumnya, kampung religi Benda Kerep memang memiliki ciri khas yang unik sehingga tidak ada keriuhan teknologi di sana.

Sesepuh Kampung Pesantren Benda Kerep, Ibnu Maisy saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu menyebutkan, kendati berada tak jauh dari pusat Kota Cirebon, di Benda Kerep kita tidak akan menemukan hal-hal yang terkait dengan teknologi, termasuk pengeras suara saat kegiatan keagamaan.

“Di Kampung Benda Kerep sejak dahulu memang tidak pernah ada pengeras suara, baik di masjid maupun dalam acara keagamaan lainnya. Dan jika ditanya alasannya ya memang tidak ada alasannya,” terang Ibnu.

Menjunjung Tinggi Titah Leluhur

©2021 Channel YouTube Kanal Koela//Merdeka.com

Untuk diketahui, warga Kampung Benda Kerep memang sejak pertama didirikan Pondok Pesantren di tahun 1862 oleh KH Muhammad Soleh atau Mbah Soleh terbiasa menjaga keheningan di kawasan tersebut.

Sehingga untuk mengingatkan hal itu, di lokasi turut terpasang spanduk dengan larangan melintas bagi kendaraan seperti sepeda motor maupun sepeda kayuh.

“Justru kalau di Benda Kerep ini ada yang seperti itu (televisi, sepeda motor dan teknologi lainnya) patut dipertanyakan alasannya. Jadi memang di sini tidak ada yang seperti itu karena warganya tidak minat,” ucapnya.

Kalangan Muda Menghormati Kalangan Tua

©2021 Channel YouTube Kanal Koela//Merdeka.com

Di kampung ini, pengunjung akan merasakan begitu luhurnya akhlak serta penerapan nilai-nilai budi pekerti, etika, dan sopan santun yang diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti saat para tokoh agama maupun pengajar di sana berpapasan dengan santri-santrinya, kegiatan bersalaman dan mencium tangan akan menjadi pemandangan yang biasa di sini.

Secara geografis, Kampung Benda Kerep berada di lahan seluas 33 hektare yang berada di wilayah dataran tinggi. Saat memasuki area pesantren, balok semen berundak-undak yang berada di tengah sungai langsung menyambut kedatangan para tamu.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.