Sulit Diurai, Pemuda di Jakarta Sulap Puntung Rokok jadi Kerajinan Ramah Lingkungan
Untuk dibuat gelas, mula-mula 200 gram limbah filter rokok dipisahkan setiap komponennya. Kemudian diubah dengan metode bio chemical, hingga menjadi terpisah dengan abu yang bisa dibuat menjadi pewarna. Pengolahan dilakukan di salah satu laboratorium di Kota Bandung, Jawa Barat.
Sebagai salah satu limbah, puntung rokok mengandung bahan mikro plastik yang membuatnya sulit diuraikan di dalam tanah. Bahkan di tahun 1980an, barang sisa tersebut telah menyumbang sampah perkotaan hingga 30 persen.
Namun di tangan pemuda kreatif asal Jakarta, barang sisa tersebut bisa disulap menjadi berbagai macam kerajinan kreatif yang ramah lingkungan. Salah satunya gelas.
"Mulanya sih itu berawal dari kita liat ada peluang kreatif di sana, akhirnya kita penasaran" terang Rony Rahardian dari gerakan KYB Project, yang menginisiasi pembuatan barang kreatif dari limbah rokok dikutip dari YouTube Fokus Indosiar, Rabu (15/12).
Berangkat dari Keresahan Limbah Sehari-hari
Limbah puntung rokok
©2021YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com
Sebagaimana diceritakan, ide kreatif tersebut muncul berdasarkan limbah yang ditimbulkan dari gaya hidup teman-temannya di sekitar tahun 2019 lalu. Saat itu, limbah gelas kopi dan rokok menjadi salah satu yang banyak dan potensial untuk diolah menjadi barang serbaguna.
Dari proses pengolahannya sendiri diklaim Rony tidak menimbulkan limbah sisa, sehingga makin ramah lingkungan.
"Dari awal memang kita belum tau mau dibuat apa. Cuma setelah dilihat ini mengandung benang, dan bisa dijadikan benda kreatif" tambahnya.
Limbah Diambil dari Bandung hingga Yogyakarta
©2021YouTube Fokus Indosiar/Merdeka.com
Rony menjelaskan, pihaknya mendapat kiriman ribuan limbah puntung dari berbagai kota seperti Bandung, Jakarta hingga Yogyakarta. Limbah-limbah itu datangnya dari 15 kedai kopi di daerah tersebut
Untuk dibuat gelas, mula-mula 200 gram limbah filter rokok dipisahkan setiap komponennya. Kemudian diubah dengan metode bio chemical, hingga menjadi terpisah dengan abu yang bisa dibuat menjadi pewarna. Pengolahan dilakukan di salah satu laboratorium di Kota Bandung, Jawa Barat.
Selain gelas, saat ini ia bersama KYB Project tengah mengembangkan bingkai jam tangan dan kacamata. Serta beberapa barang lain sudah diproduksi yakni aksesoris mode, perabotan, dekorasi rumah, kebutuhan industrial, hingga kebutuhan modifikasi desain otomotif.