SMA N 1 Depok Jadi Sekolah Toleransi Pertama, Ajarkan Nasionalisme dan Antikorupsi
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Depok dicanangkan menjadi sekolah toleransi pertama di Indonesia oleh Pemprov Jabar. Disebutkan jika materi pengajaran akan mencakup seputar nasionalisme dan antikorupsi.
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Depok dicanangkan menjadi sekolah toleransi pertama di Indonesia oleh Pemprov Jabar. Disebutkan, jika materi pengajaran akan mencakup seputar nasionalisme dan antikorupsi.
"Jadi sekolah toleransi pertama di Indonesia ini bisa menjadi contoh lain untuk sekolah di Jawa Barat, umumnya di Indonesia," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi di Bandung, Jumat (22/4).
Membumikan Jiwa Nasionalisme
©2022 beritadepok.go.id/Merdeka.com
Dedi menuturkan, pencanangan sekolah toleransi di SMAN 1 Kota Depok ini merupakan upaya untuk membumikan jiwa nasionalisme kebangsaan melalui pendidikan di Jawa Barat.
Ia berharap, setiap sekolah di Jawa Barat turut mengimplementasikan hal yang sama terkait materi yang membawa semangat toleransi.
Sebelumnya, pada Rabu (20/4) telah dilakukan penandatanganan prasasti pencanangan Sekolah Toleransi di SMA Negeri 1 Kota Depok yang juga dihadiri oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto dan Wali Kota Depok Muhamad Indris.
Ajarkan Nasionalisme dan Antokorupsi
Terkait materi pembelajaran, dalam mata PPKN di tingkat SMA, terdapat pendidikan antikorupsi yang sudah digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejati.
"Adapun sekolah di Jawa Barat saat ini berjumlah 5.033. Jadi implementasinya ke depan, seperti di Garut kita berharap kurikulum antiradikalisme dan toleransi ini masuk ke dalam kurikulum bagian dari mata pelajaran PPKN di Satuan Pendidikan di Disdik Kabupaten Kota," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Dedi, sejumlah implementasi itu akan diajarkan bagian dari budaya Pancasila yang harus dilakukan siswa-siswi. Salah satunya melalui tagline yang dibuat per hari
"Dan saya juga berharap, di seluruh siswa-siswi se-Jabar itu ada tagline perharinya, misalnya hari Senin harus bercerita tentang kebangsaan, Selasa bercerita tentang persatuan, Rabu tentang budaya lokalnya, Kamis tentang musyawarahnya, Jumat tentang keagamaannya, Sabtu tentang berkunjung kepada orang tua atau kakek dan neneknya," imbuhnya.
Toleransi Jadi Modal Persatuan
Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto menambahkan, untuk memupuk generasi muda agar memiliki sifat-sifat yang toleransi.
Sifat tersebut berupa menghargai sesama, mampu bekerja sama, dan menciptakan suatu kerukunan tanpa memandang suku, bangsa, agama sehingga dari sekolah inilah kader-kader toleransi selalu muncul dan menjadi pionir di dalam masyarakat.
"Tentu saja ini perlu kita tularkan di sekolah-sekolah lain, karena memang toleransi ini menjadi satu kekuatan untuk menjaga persatuan dalam skala mikro, keluarga, masyarakat maupun nantinya di bangsa negara Indonesia," kata Untung, dilansir dari Antara.
(mdk/nrd)