LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Sepenggal Kisah Salakanagara Sunda, Kerajaan yang Disebut Tertua di Nusantara

Kerajaan Salakanagara Sunda didirikan oleh Dewawarman (I) seorang pedagang dan duta keliling dari India di abad ke-1 (tahun 130 – 362). Hal tersebut semakin menguatkan bahwa Salakanagara didirikan lebih dulu dari Kerajaan Kutai (Abad ke-4) dan Tarumanegara (Abad ke-5) (catatan Pustaka Rajyarajya Bhumi Nusantara)

2020-11-05 08:28:00
Jabar
Advertisement

Selama ini kita mengenal Kerajaan Kutai sebagai pemerintahan tradisional yang dianggap tertua di Indonesia pada abad ke 4. Ternyata ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa Salakanagara lah yang disebut sebagai kerajaan paling awal di Nusantara.

Berdasarkan penelusuran merdeka.com, terdapat beberapa literatur yang menyebutkan bahwa Salakanagara menjadi pelopor pemerintahan Hindu-Buddha paling awal di Indonesia. Salah satunya adalah catatan sejarah di Naskah Pangeran Wangsakerta.

“Dikatakan bahwa Salakanagara menjadi kerajaan pertama di Nusantara telah dibuktikan lewat temuan seorang peneliti bernama Drs. Atja di tahun 1977 M di dalam Naskah Pangeran Wangsakerta, yang ditulis oleh Kepanitiaan Wangsakerta dan disetujui oleh Pangeran Wangsakerta sendiri di Cirebon pada abad ke-17 M.” tulis Hendro Kartika Juniawan, dalam penelitiannya berjudul Tarumanagara Pelanjut Eksistensi Salakanagara (2017:2).

Advertisement

Berdiri Tahun 130 M

Sisa peninggalan Salakanagara ©2020 Youtube DunixianTV Banten

Advertisement

Selain itu, dari segi tahun, Kerajaan Salakanagara Sunda telah didirikan oleh Dewawarman (I) seorang pedagang dan duta keliling dari India yang kemudian menikah dengan anak dari penghulu setempat bernama Aki Tirem (penguasa lokal Banten) bernama Pwahaci Larasati di abad ke-1 (tahun 130 – 362). Informasi ini berdasarkan pada catatan dari Pustaka Rajyarajya Bhumi Nusantara.

Hal tersebut semakin menguatkan bahwa Salakanagara didirikan lebih dulu dari Kerajaan Kutai (Abad ke-4) dan Tarumanegara (Abad ke-5), dikutip dari laman sejarahbudayanusantara.weebly.com.

“Dalam Naskah Pangeran Wangsakerta tersebut, dijelaskan mengenai Kerajaan Tarumanagara yang berdiri sejak tahun 358 M, namun, dalam naskah tersebut juga dijelaskan mengenai kerajaan Salakanagara yang didirikan oleh Dewawarman pada tahun 130 M” tulis keterangan di artikel tersebut.

Memiliki Pusat Pemerintahan di Pandeglang Banten

Menurut sejarahnya Salakanagara memiliki pusat pemerintahan di Rajatapura, Teluk Lada, Provinsi Banten. Konon dikisahkan terdapat fakta menarik terkait nama Ibu Kota Salakanagara memiliki kaitan yang cukup erat dengan nama-nama kota di Banten.

Yang pertama adalah Pandeglang, merujuk dari Wikipedia, kata tersebut berasal dari kata “Panday” dan “Geulang” yang artinya padai membuat gelang di mana istilah tersebut berasal dari kata Rajatapura (Negeri Perak).

Namun menurut sejarawan Sunda, Dr. Edi S. Ekajati, menyebutkan jika lokasi ibu kota kerajaan tersebut berada di kota Merak sekarang. Dalam bahasa Sunda, merak berarti "membuat perak".

Merupakan Leluhur Suku Sunda

Penemuan Salakanagara baru-baru ini juga dianggap sebagai salah satu pengukuhan dari jati diri Sunda. Di mana kerajaan tersebut merupakan leluhur dari Suku Sunda di masa lampau.

Dilansir dari histori.id, bukti kuat akan Salakanagara merupakan leluhur Sunda ialah adanya kesamaan kosa kata antara Sunda dan Salakanagara melalui penemuan jam/waktu berbahasa Sunda.

Pegeseran Kekuasaan Oleh Tarumanegara

Sementara itu Salakanagara juga memiliki kaitan yang cukup erat dengan kerajaan setelahnya yaitu Tarumanegara yang kemudian menggeser eksistensi dari Kerajaan Salakanagara.

Saat Salakanagara berada di puncak kejayaannya, datanglah seorang pengelana dari India bernama Jayasinghawarman. Ia bermaksud mengungsi dari kekejaman penguasa India bernama Raja Sang Gupta di tahun 348 M.

Ketika itu Jayasinghawarman berupaya mendirikan pemukiman kecil-kecilan bernama Tarumadesya. Ia bersama para pengikutnya mendirikan pemukiman di bantaran Sungai Citarum yang ketika itu masuk dalam kekuasaan Dewawarman hingga terus berkembang menjadi sebuah nagara.

Ketika itu anak perempuan pertama dari Dewawarman (VIII) dinikahkan dengan Jayasinghawarman. Keduanya kemudian mengembangkan pemukiman tersebut menjadi sebuah kerajaan besar.

Hingga Dewawarman (VIII) meninggal dunia (tahun 343 M), kemudian anak kedua laki-laki mencoba meneruskan kepemimpinan sang ayah dengan menjadi raja di Salakanagara. Namun saat itu Salakanagara gagal Berjaya lantaran Tarumanegara sedang berada di masa puncak.

Saat itu Tarumanegara mempunyai banyak penduduk. Anak pertama Dewawarman yang merupakan pemaisuri dari Tarumanegara maka Raja Salakanagara pun mengakui kedaulatan dari Kerajaan Tarumanegara.

Wilayah Kekuasaan Salakanagara

Peta Salakanagara ©2020 Historyofcirebon

Dahulu kerajaan leluhur Sunda tersebut dinobatkan menjadi salah satu pemerintahan yang cukup besar. Hal itu karena berhasil menguasai sebagian besar Jawa Barat hingga pulau-pulau kecil di sekitarnya. Termasuk seluruh pesisir dan laut antara dua pulau yaitu sumatera dan Jawa selama kurun waktu 232 tahun (total 8 raja).

Akibat luasnya daerah kekuasaan dari Dewawarman, saat itu banyak kapal-kapal dari luar yang berlabuh di sekitar perairan Banten untuk memberikan pajak atas jaminan keselamatan dari kapal-kapal tersebut.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.