Seorang Anak Tega Bacok 'Teman' Pria Ibunya, Ternyata Ini Alasannya
Kejadian menggemparkan terjadi di Kampung Ambaru RT 003 RW 001, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (18/6) sekitar pukul 19.30 WIB.
Kejadian menggemparkan terjadi di Kampung Ambaru RT 003 RW 001, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (18/6) sekitar pukul 19.30 WIB.
Seorang pemuda berinisial Rn (20) tega membacok pria berinisial N (37) yang merupakan teman dari ibunya (Nr). N diduga merupakan selingkuhan dari Nr.
"Diduga pelaku Rn melakukan penganiayaan tersebut karena korban N atas dugaan melakukan perselingkuhan dengan saudari Nr," kata Kapolsek Puloampel, Iptu Fajar Mauludi seperti dilansir dari Liputan6.com.
Menggunakan Kapak
©oddee.com
Menurut Iptu Fajar, Rn melakukan tindakan pembacokan tersebut saat N tengah mengerjakan proyek bangunan rumah milik tetangganya. Saat itu pelaku tiba-tiba datang dan langsung membacok korban menggunakan sebilah kapak di bagian kaki kanan dan kiri.
Korban sempat berusaha melarikan diri namun pelaku masih tetap mengejar hingga akhirnya N terjatuh dan kembali dibacok di bagian tubuh lainnya.
Kabur Bersama Barang Bukti
Usai melakukan aksi sadisnya, pelaku langsung melarikan diri. Korban yang bersimbah darah kemudian ditolong oleh warga sekitar dan dibawa ke klinik terdekat.
Saat ini, korban telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cilegon akibat luka bacok yang dialaminya.
"Korban dibawa ke Klinik Keluarga Backri, tetapi setelah sampai klinik perawat menyarankan agar korban dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) karena lukanya terlalu parah," kata Iptu Fajar.
Telah Dilakukan Mediasi Sebelumnya
Fajar menjelaskan jika sebelumnya telah ada mediasi terkait kasus dugaan perselingkuhan antara N dan NR oleh kedua belah pihak melalui bantuan aparat desa dan kepolisian di kantor Polsek Puloampel.
"Satu minggu sebelum kejadian terjadi telah terjadi perjanjian yang langsung diselesaikan oleh aparat desa, keluarga korban dan keluarga pelaku hingga ke Polsek Puloampel. Sempat dibuat perjanjian juga untuk tidak melakukan hubungan tersebut. Namun, rupanya pelaku justru tidak menerima hubungan mesra yang dilakukan antara korban dan ibu pelaku," jelasnya.
Melakukan Olah TKP
©2020 Merdeka.com/Imam Buhori
Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta keterangan dari beberapa pihak baik keluarga hingga warga sekitar.