LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Seni Gegel Jubleg Asal Cisewu Garut Pernah Bikin Belanda Ketar-Ketir, Ini Sebabnya

Gegel Jubleg merupakan kesenian tradisional Garut yang berkembang di Kecamatan Cisewu. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara tertentu yang menyangkut kebudayaan Sunda. Menariknya, Gegel Jubleg dulu dipakai warga Cisewu untuk mengusir penjajah.

2022-09-08 16:07:00
Jabar
Advertisement

Gegel Jubleg merupakan kesenian tradisional Garut yang berkembang di Kecamatan Cisewu. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara tertentu yang menyangkut kebudayaan Sunda. Menariknya, Gegel Jubleg dulu dipakai warga Cisewu untuk mengusir penjajah.

Nama kesenian ini berasal dari bahasa Sunda yakni Gegel yang artinya menggigit, dan Jubleg yang berarti tempat untuk menumbuk padi maupun rempah.

Gegel Jubleg termasuk atraksi ekstrem karena penampilnya akan menunjukkan kebolehan dengan menggigit jubleg kayu yang memiliki berat hingga 30 kilogram. Berikut informasi selengkapnya yang dilansir Merdeka dari berbagai sumber.

Advertisement

Dimainkan untuk Menakuti Belanda

Kesenian Gegel Jubleg Cisewu ©2022 Laman Resmi Disparbud Garut/Merdeka.com

Advertisement

Seperti diwartakan laman Jabar Quick Respons, kesenian ini dahulu banyak ditampilkan oleh masyarakat Cisewu ketika ada acara hajatan kampung. Para pemain Gegel Jubleg yang sudah disiapkan sesepuh akan didoakan dan menari sembari menggigit Jubleg dengan kuat.

Suara kendang tradisional, serta tarompet Sunda akan nyaring terdengar untuk mengiringi penari yang sudah mengenakan atribut berupa pakaian tradisional dan totopong alias blangkon ikat.

Atraksi menggigit benda berat ini ternyata mampu membuat para penjajah urung memasuki wilayah Cisewu karena warganya dianggap kuat.

Terbentuk Secara Tidak Sengaja

Mengutip laman Disparbud Kabupaten Garut, kesenian ini pertama kali diciptakan oleh seorang seniman Cisewu bernama Ukri yang lahir sebelum kemerdekaan RI. Ketika itu, Ukri berupaya menggali potensi kesenian pemuda agar berkembang.

Disebutkan jika Gegel Jubleg tercipta secara tidak sengaja. Saat itu dirinya tengah berada di tengah hutan untuk mencari kayu bakar. Sesampainya di sana, ia dikejutkan oleh seekor babi besar yang menggigit sebatang kayu sembari digoyang-goyangkan.

Dari kejadian tersebut, Ukri berniat menciptakan sebuah jenis seni tradisi baru yang atraktif dan fenomenal. Dalam mengembangkannya, Ukri bereksperimen dengan memakai Jubleg. Kesenian ini kemudian berkembang hingga terbentuk wadah bernama Kelompok Seni Giri Mekar Sewu.

Diperlukan Keterampilan Khusus

Tentu saja untuk memainkan kesenian Gegel Jubleg dibutuhkan teknik tertentu dan keahlian khusus. Sebab tidak mudah mengangkat Jubleg yang memiliki bobot hingga puluhan kilogram. Apalagi dalam aksinya, Jubleg juga harus digoyang-goyang sembari berjalan dan mengikuti iringan lagu.

Karena dianggap berhasil dalam mengembangkannya, atraksi ini mulai ditampilkan di berbagai pementasan hajatan maupun hari besar kemerdekaan. Dengan tradisi seperti itu dan melihat respons baik dari penonton, tercetuslah sebuah nama seni “Gegel Jubleg” hingga saat ini.

Pementasan seni Gegel Jubleg juga kerap diiringi kesenian lain, seperti reog Sunda, angklung, bahkan kendang pencak. Tak jarang juga dicampuri atraksi gesrek atau debusan, dengan kondisi para pemain yang kesurupan.

 

 

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.