LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Sejarah Semur Jengkol Betawi, Berawal dari Interaksi Warga Pribumi dengan Orang Eropa

Sebagai menu yang melegenda, ternyata semur jengkol memiliki perjalanan unik di masa lampau hingga identik dengan masyarakat Betawi. Konon saat itu, proses memasaknya lahir dari interaksi antara warga pribumi dengan warga Eropa.

2022-01-13 16:39:00
Jabar
Advertisement

Semur jengkol merupakan kudapan kegemaran warga Betawi di pinggiran ibu kota Jakarta. Biasanya hidangan ini kerap hadir di meja makan dan disandingkan dengan lauk pauk lainnya, bersama nasi uduk.

Aromanya yang kuat tak mengurangi rasa nikmatnya saat disantap. Perpaduan bumbu rempah yang beragam, serta empuk dan gurihnya buah jengkol, begitu berpadu di lidah siapapun yang menikmatinya.

Sebagai menu yang melegenda, ternyata semur jengkol memiliki perjalanan unik di masa lampau hingga identik dengan masyarakat Betawi. Konon saat itu, proses memasaknya lahir dari interaksi antara warga pribumi dengan warga Eropa.

Advertisement

Tak Hanya Sekadar Rebusan Daging dan Tomat

Advertisement

©2021 Merdeka.com

Kreativitas masyarakat Indonesia sejak lama memang tak diragukan. Mereka mampu mengolah berbagai bahan di alam, menjadi satu menu khas seperti semur jengkol. Melansir laman encyclopedia.jakarta-tourism.go.id, Kamis (13/1), mulanya resep semur dibawa oleh keluarga Belanda yang menetap di Indonesia. Dahulu bahan semur hanya sebatas daging sapi yang dimasak perlahan bersama tomat dan bawang.

Oleh masyarakat setempat, bahan utama daging lantas dikreasikan dengan sejumlah komoditas lain, salah satunya jengkol yang banyak tersedia di kebun-kebun pekarangan rumah.

Asal Usul Kata Semur

Beberapa versi menyebutkan bahwa istilah semur mengacu pada Stomerijj atau steamer yang merupakan alat masak. Dalam laman jakartakita, disebutkan bahwa pada zaman dahulu warga Belanda banyak yang memiliki asisten juru masak warga setempat. Saat itu, seorang nyonya Eropa kerap memberi perintah Stomerijj saat mengukus makanan, diduga warga pribumi menafsirkannya dengan kata Smoor atau Semur.

Argumen tersebut juga diperkuat lewat buku resep tahun 1902 di Hindia Belanda berjudul Groot Nieuw Volledig Oost-Indisch Kookboek, dikutip dari p2k.unkris.ac.id. Buku tersebut menegaskan bahwa kata smoor yang dilafalkan sebagai semur adalah masakan yang dikembangkan di dalam dapur Indis, kaum peranakan Eropa

Adapun dalam buku tersebut tertulis enam resep semur (Smoor Ajam I, Smoor Ajam II, Smoor Ajam III, Smoor Bandjar van Kip, Smoor Banten van Kip, Solosche Smoor van Kip).

Cara Ajaib Warga Betawi Hilangkan Bau Jengkol

Salah satu keunikan semur jengkol yakni bahan jengkol yang digunakan. Aromanya terkenal sangat pekat, tapi saat menjadi semur, aroma itu hilang. Usut punya usut, mereka memiliki resep jitu untuk menghilangkan bau jengkol, yakni dengan merebusnya bersama air kapur atau air rebusan tangkai padi. Selain itu, bau jengkol juga bisa hilang dengan direndam semalaman di dalam air bersih sebelum diolah.

Semur jengkol Betawi sendiri tidak berkuah encer, melainkan sedikit kental dengan rasa dominan manis dan sedikit pedas.

Biasanya, menu tersebut juga dihadirkan dalam acara adat atau keagamaan setempat seperti pada malam Nisfu Sya’ban untuk menyambut bulan Ramadan. Di situ, semur jengkol akan disantap bersama setelah acara pengajian dan doa bersama.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.