Sejarah 28 Agustus 1937, Kelahiran Merek Mobil Asal Jepang yang Terkenal hingga Kini
Pada 28 Agustus 1937, Kiichiro Toyoda memutuskan untuk memisahkan Toyota Motor Corporation dari perusahaan ayahnya, Toyota Industries.
Anda pasti sudah tak asing dengan merek Toyota. Ya, merek kendaraan ini banyak kita lihat berseliweran di jalanan. Toyota juga menjadi merek mobil favorit bagi masyarakat Indonesia. Dan pada hari ini, tanggal 28 Agustus, menjadi hari bersejarah bagi merek mobil terlaris di dunia tersebut.
Pada 28 Agustus 1937, Kiichiro Toyoda memutuskan untuk memisahkan Toyota Motor Corporation dari perusahaan ayahnya, Toyota Industries. Jadi, meskipun mobil pertama dari perusahaan ini sudah diproduksi sebelumnya, secara teknis hari ini adalah hari ulang tahun dari Toyota.
Pada tahun 1972, brand otomotif ini membangun kendaraannya yang ke sejuta, dan tiga tahun kemudian melampaui Volkswagen untuk menjadi merek impor favorit Amerika. Daftar prestasi terus berlanjut, dengan klaim ketenaran terbesarnya datang pada tahun 2008, di mana di tengah perlambatan ekonomi global, ia mencuri mahkota dari General Motors untuk menjadi pembuat mobil terbesar di dunia.
Awal Mula Toyota
japanesenostalgiccar.com
Toyota Motor Corporation, merupakan produsen mobil terbesar di dunia pada tahun 2008, melampaui General Motors. Mengutip dari britannica.com, lebih dari sekitar 1.000 anak perusahaan dan afiliasinya terlibat dalam produksi mobil, suku cadang mobil, dan kendaraan komersial dan industri. Kantor pusatnya berada di Toyota City, sebuah kota industri di sebelah timur Nagoya, Jepang.
Pada tahun 1933 Toyoda Kiichiro mendirikan apa yang kemudian kita kenal sebagai Toyota Motor Corporation, sebagai divisi dari Toyoda Automatic Loom Works, Ltd, sebuah pabrikan Jepang yang didirikan oleh ayahnya, Toyoda Sakichi.
Mobil produksi pertamanya, sedan Model AA, dirilis pada tahun 1936. Tahun berikutnya divisi tersebut didirikan sebagai Toyota Motor Company, Ltd., yang dipimpin oleh Kiichiro. Nama perusahaan diubah menjadi Toyota, karena memiliki penyebutan yang lebih menyenangkan dalam bahasa Jepang. Toyota kemudian mendirikan beberapa perusahaan terkait, termasuk Toyoda Machine Works, Ltd. (1941), dan Toyota Auto Body, Ltd. (1945).
Dihadapkan dengan fasilitas yang rusak dan ekonomi yang kacau setelah Perang Dunia II, perusahaan tidak melanjutkan pembuatan mobil penumpang sampai tahun 1947 dengan diperkenalkannya Model SA.
Menembus Pasar Luar Negeri
Pada tahun 1950-an, pabrik produksi mobil Toyota kembali beroperasi penuh, dan untuk mendapatkan daya saing, perusahaan memulai studi terhadap produsen mobil Amerika, karena keunggulan teknis dan ekonomi AS yang dirasakan. Para eksekutif Toyota mengunjungi fasilitas produksi perusahaan, termasuk Ford Motor Company, untuk mengamati teknologi manufaktur mobil terbaru dan pada gilirannya akan diterapkan di fasilitas mereka sendiri, menghasilkan peningkatan efisiensi.
Pada tahun 1957 Toyota Motor Sales, U.S.A., Inc., didirikan, dan pada tahun berikutnya perusahaan merilis sedan Toyopet, model pertamanya yang dipasarkan di Amerika Serikat. Namun, mobil ini tidak diterima dengan baik karena harganya yang mahal dan kurangnya tenaga kuda. Land Cruiser, kendaraan utilitas 4 × 4 yang dirilis pada tahun 1958, adalah produk yang lebih sukses. Pada tahun 1965 Toyopet, didesain ulang sepenuhnya untuk pengemudi Amerika, dirilis ulang sebagai Toyota Corona, menandai kesuksesan besar pertama perusahaan di Amerika Serikat.
Selama tahun 1960-an dan 70-an perusahaan berkembang dengan pesat dan mulai mengekspor sejumlah besar mobil ke pasar luar negeri. Toyota mengakuisisi perusahaan seperti Hino Motors, Ltd. (1966), produsen bus dan truk besar; Nippondenso Company, Ltd., pembuat komponen mobil listrik; dan Daihitsu Motor Company, Ltd. (1967).
Selama beberapa dekade Toyota adalah produsen mobil terbesar di Jepang. Perusahaan juga terus berkembang di pasar Amerika, mendapatkan reputasi sebagai kendaraan berbiaya rendah, hemat bahan bakar, dan andal seperti Corolla, yang dirilis di Amerika Serikat pada tahun 1968.
Alami Penurunan Penjualan
Perusahaan mengalami pertumbuhan yang signifikan hingga abad ke-21, dengan inovasi seperti merek mewahnya, Lexus (1989), dan kendaraan bertenaga hibrida yang diproduksi secara massal pertama di dunia, Prius (1997). Perusahaan terus melakukan ekspansi ke pasar baru, dan kemudian secara khusus menargetkan pembeli yang lebih muda dengan meluncurkan merek Scion (2003) dan meluncurkan kendaraan hybrid mewah pertama di dunia, Lexus RX 400h (2005).
Namun, perusahaan menghadapi tantangan keuangan yang signifikan, yaitu penurunan penjualan yang berasal dari krisis keuangan global tahun 2008 serta penarikan keamanan internasional lebih dari delapan juta kendaraan pada tahun 2010, yang untuk sementara menghentikan produksi dan penjualan beberapa model teratasnya.
Mulai tahun 2014, jutaan kendaraan yang diproduksi oleh Toyota dan beberapa perusahaan mobil lainnya ditarik oleh regulator di Amerika Serikat karena dinilai memiliki potensi kerusakan pada airbag yang diproduksi oleh pemasok suku cadang otomotif Jepang Takata.
© Thenewswheel.com
Saat ini Toyota memiliki pabrik perakitan dan distributor di banyak negara. Selain produk otomotif, anak perusahaannya memproduksi bahan karet dan gabus, baja, resin sintetis, alat tenun otomatis, serta barang kapas dan wol. Lainnya berurusan dengan real estat, unit rumah prefabrikasi, dan impor dan ekspor bahan mentah.