Sejarah 22 Juli 1933: Wiley Post, Orang yang Pertama Kali Terbang Solo Keliling Dunia
Wiley Hardeman Post berhasil menyelesaikan penerbangan solo pertama untuk berkeliling dunia dengan pesawat Lockheed Vega miliknya yang dinamai Winnie Mae. Perjalanan keliling dunia yang dilakukannya memakan waktu 7 hari, 18 jam, dan 49 menit.
Bagi sebagian orang, khususnya yang hobi travelling, bisa berkeliling dunia menjadi salah satu cita-cita dalam hidup. Salah satu orang beruntung yang berhasil melakukannya sendirian adalah Wiley Post pada 22 Juli 1933.
Wiley Hardeman Post berhasil menyelesaikan penerbangan solo pertama untuk berkeliling dunia dengan pesawat Lockheed Vega miliknya yang dinamai Winnie Mae. Berangkat dari Floyd Bennett Field di New York, Wiley Post kemudian melewati Berlin, Moskow, Novosibirsk, Rukhlovo, Flat, Fairbanks, dan Edmonton. Perjalanan keliling dunia yang dilakukannya memakan waktu 7 hari, 18 jam, dan 49 menit.
Sebenarnya ini kedua kalinya dia mengelilingi dunia, setelah memecahkan rekor waktu mengelilingi dunia pada 1931 bersama dengan seorang kopilot. Namun pada penerbangan kali ini, ia mampu melakukannya sendirian karena telah memodifikasi pesawat dengan memasukkan dua teknologi baru, yaitu perangkat autopilot dan pencari arah radio.
Berawal dari Pameran
Mengutip dari simpleflying.com, Wiley Post mengenal dunia penerbangan pada tahun 1913, di mana ia mengunjungi pameran lokal yang menyelenggarakan pameran aeronautika dan menampilkan pesawat Curtiss, yang merupakan salah satu pesawat produksi massal pertama di Dunia. Selanjutnya, remaja terpesona dengan penerbangan berawak, dan dia segera mendaftar di sekolah penerbangan di Kansas City, Missouri.
Di sekolah ini juga dirinya mendapatkan pendidikan yang lebih luas di mana ia mendapat ilmu sains dan matematika, dua mata pelajaran yang akan membantunya dalam kariernya nanti.
Kembali ke Oklahoma, Post justru ditangkap karena perampokan pada tahun 1921. Dia menghabiskan satu tahun kurungan sebelum kembali ke dunia penerbangan. Bekerja paruh waktu dengan grup penerbangan keliling di sirkuit barnstorming, ia menjadi penerjun payung sebelum beralih ke pilot.
Sayangnya, Post melukai mata kirinya dalam kecelakaan rig minyak pada Oktober 1926. Sepotong logam menembus mata, dan membutakan satu matanya.
burbankinfocus.org
Namun cacat yang dimilikinya tidak membuat Post kehilangan harapan untuk mencapai ambisinya. Dia menggunakan uang asuransi dari kejadian itu untuk membeli tempat pertamanya. Dia juga menjadi pilot pribadi untuk pengusaha minyak kaya F.C. Hall. Rekan Oklahomanya itu membiarkan Post menggunakan pesawat Lockheed Vega-nya dalam serangkaian balapan.
Mencetak Rekor Dunia
Tahun 1931, Post dan navigatornya, Harold Gatty mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi. Mereka memecahkan rekor penerbangan tercepat di dunia. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh zeppelin Jerman. Pasangan ini menempuh lebih dari 15.400 mil hanya dalam delapan hari, 15 jam, dan 51 menit.
Meskipun prestasi ini memecahkan rekor, Post seakan masih belum puas. Pada tahun 1933, Post meninggalkan jejak rekor lainnya, di mana dirinya, sendirian, melakukan perjalanan keliling dunia dalam waktu yang lebih singkat, yaitu selama tujuh hari, delapan belas jam, dan empat puluh sembilan menit.
simpleflying.com
Bahkan Howard Hughes yang legendaris memuji penghargaan tersebut pada Juli 1938 ketika dia dan timnya berhasil mengelilingi dunia dengan Lockheed Super Electra. Hughes menyoroti bahwa perjalanan Post adalah yang paling luar biasa dalam sejarah karena dia melakukannya sendiri. Dia juga tidak memiliki radio canggih dan peralatan navigasi yang dimiliki oleh para pencoba berikutnya.
Penerbangan Terakhir
Operasi penerbangan ambisius Post berakhir tragis pada Agustus 1935. Dia bergabung dalam tur terbang ke Alaska dan Siberia bersama Will Rogers. Post mengoperasikan pesawat hibrida yang terdiri dari Lockheed Orion dan Lockheed Explorer.
Unit ini didukung oleh mesin Pratt & Whitney Wasp 550-hp, dan dilengkapi dengan pelampung yang kabarnya kurang cocok untuk racikan. Alhasil, tur ini berakhir dengan meninggalnya Post dan rekannya.
theboomerbus.blogspot.com
“Pada 15 Agustus, mereka meninggalkan Fairbanks, Alaska, menuju Point Barrow. Terbang dalam kabut, Post tersesat dan terpaksa mendarat di laguna dan mendapatkan posisinya, ”kata Smithsonian National Air and Space Museum.
"Ketika mereka lepas landas lagi, mesin mati dan pesawat jatuh ke tanah. Kedua pria itu tewas seketika."
Wiley Post meninggal di usia 36 tahun. Berita itu disambut dengan kesedihan di seluruh dunia. Post dimakamkan di Memorial Park Cemetery di Oklahoma City dan di antara pelayatnya yang terkemuka adalah tokoh penerbangan terkenal seperti Amelia Earhart, bersama dengan nama-nama politik berpangkat tinggi.