Sejarah 14 Desember: Roald Amundsen, Orang Pertama yang Tiba di Kutub Selatan
Pada 109 tahun lalu, tepatnya pada 14 Desember 1911, seorang penjelajah asal Norwegia berhasil mengukir sejarah yang kisah pencapaiannya akan selalu diingat. Ia adalah pria bernama Roald Amundsen, yang berhasil mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang tiba di Kutub Selatan.
Pada 109 tahun lalu, tepatnya pada 14 Desember 1911, seorang penjelajah asal Norwegia berhasil mengukir sejarah yang kisah pencapaiannya akan selalu diingat. Ia adalah pria bernama Roald Amundsen, yang berhasil mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang tiba di Kutub Selatan.
Amundsen adalah salah satu tokoh penting dalam bidang eksplorasi kutub. Ketika mencapai Kutub Selatan, Dia bersama timnya, berhasil mengalahkan tim ekspedisi asal Inggris yang dipimpin oleh Kapten Robert Falcon Scott.
Dalam perjalanan mencapai Kutub Selatan, terdapat kisah unik yang mengiringinya. Melansir dari britannica.com, sebelum memutuskan pergi ke arah selatan, Amundsen ingin menjadi orang pertama yang mencapai Kutub Utara. Namun harapannya tersebut pupus ketika ia mendengar kabar bahwa seorang penjelajah asal Amerika, Robert Peary, telah mencapai Kutub Utara.
Setelah mendengar kabar tersebut, Amundsen tetap ingin melanjutkan ekspedisinya, tapi dengan target yang berbeda. Ya, Amundsen mulai membidik ke arah selatan untuk menjadi orang pertama yang tiba di sana.
Biografi Singkat Roald Amundsen
commons.wikimedia.org
Roald Engelbregt Gravning Amundsen atau sering dikenal Roald Amundsen, lahir pada 16 Juli 1872 di Borge, dekat Oslo, Norwegia. Dirinya adalah seorang penjelajah Norwegia yang pertama mencapai Kutub Selatan, orang pertama yang melakukan pelayaran kapal melalui Northwest Passage, dan salah satu yang pertama menyeberangi Arktik melalui udara. Namanya telah tercatat sebagai salah satu tokoh terhebat di bidang eksplorasi kutub.
Amundsen dilahirkan di sebuah keluarga pemilik kapal. Ia dibesarkan di Norwegia bersama tiga saudara laki-lakinya. Ayahnya yang berkecimpung di industri perkapalan meninggal dunia saat Amundsen baru berusia 14 tahun.
Amundsen sebenarnya bermimpi untuk menjadi seorang penjelajah, tetapi ibunya ingin dia menjadi seorang dokter. Dia pun mengikuti keinginan ibunya sampai ibunya meninggal ketika dia berusia 21 tahun. Kemudian dia meninggalkan sekolah untuk mengejar mimpinya menjelajah.
Catatan Perjalanan Roald Amundsen
commons.wikimedia.org
Roald Amundsen menjadi seorang penjelajah karena terinspirasi oleh penyeberangan Greenland yang dilakukan oleh Fridtjof Nansen pada 1888. Pada awalnya, Amundsen belajar kedokteran untuk sementara waktu dan kemudian turun ke laut untuk melakukan penjelajahan.
Pada 1897 ia berlayar di Belgica dalam ekspedisi Belgia yang merupakan musim dingin pertama di Antartika. Kemudian pada 1903, dengan enam awak di sekoci Gjøa seberat 47 ton, Amundsen memulai misinya untuk berlayar melalui Northwest Passage dan mengitari pesisir utara Kanada.
Dia mencapai Cape Colborne (sekarang Nunavut) pada Agustus 1905, menyelesaikan transitnya sebelum es menghentikan rencananya menuju barat untuk musim dingin di Pulau Herschel di Yukon pada bulan berikutnya. Amundsen dan krunya melanjutkan perjalanan pada Agustus 1906 dan disambut bak seorang pahlawan ketika ekspedisi berakhir di Nome, Alaska, akhir bulan itu. Prestasi inilah yang membangkitkan hasratnya untuk membuat rencana besar dengan melakukan eksplorasi kutub yang spektakuler.
Menuju Kutub Selatan
©2017 Merdeka.com
Setelah berbagai penjelajahan yang dilakukannya, Roald Amundsen membuat rencana untuk menyeberangi Kutub Utara dengan kapal tua Fridtjof Nansen, Fram. Fram bukanlah kapal biasa dan tidak seperti kebanyakan kapal penjelajah kutub yang memulai debutnya sebagai pedagang, kapal batu bara, atau sejenisnya.
Mengutip dari coolantarctica.com, Fram dirancang dan dibangun untuk perjalanan kutub. Bentuknya bulat dan lebarnya sekitar sepertiga dari panjangnya. Idenya adalah bahwa ia kebal terhadap bahaya terjebak dalam bongkahan es.
Setelah Amundsen mendengar kabar bahwa penjelajah Amerika bernama Robert Peary telah mencapai Kutub Utara pada bulan April 1909, dia tetap melanjutkan persiapannya. Ketika Amundsen meninggalkan Norwegia pada bulan Juni 1910, tidak seorang pun, kecuali saudaranya, yang tahu bahwa dia sedang menuju Kutub Selatan, bukan Utara.
Dia mengarungi Fram langsung dari Pulau Madeira ke Teluk Paus, Antartika, di sepanjang Laut Ross. Pangkalan yang dia dirikan di sana berada 60 mil (100 km) lebih dekat ke kutub daripada pangkalan milik penjelajah Inggris, Robert Falcon Scott, yang memimpin ekspedisi dengan tujuan yang sama.
Sebagai seorang penjelajah yang berpengalaman, Amundsen mempersiapkan semuanya dengan hati-hati. Dirinya telah mempersiapkan persediaan makanan yang akan dikonsumsinya mulai dari rutenya ke kutub dan untuk kembali lagi. Untuk mengangkut perbekalannya, dia menggunakan kereta luncur anjing, sementara Scott bergantung pada kuda poni Siberia.
Amundsen berangkat dengan 4 orang lainnya, 52 anjing, dan 4 kereta luncur pada 19 Oktober 1911, dan akhirnya tiba di Kutub Selatan pada 14 Desember. Para penjelajah mencatat data ilmiah di kutub sebelum memulai perjalanan pulang pada 17 Desember, dan mereka dengan selamat mencapai pangkalan mereka di Bay of Whales pada 25 Januari 1912. Sementara Scott, mencapai Kutub Selatan pada 17 Januari, tetapi dalam perjalanan pulang, dia dan timnya tidak berhasil kembali dengan selamat.
Dengan dana yang dihasilkan dari petualangannya di Antartika, Amundsen mendirikan bisnis pengiriman yang sukses. Dia memperoleh kapal baru, Maud, dan ingin mencoba melanjutkan rencana lamanya untuk menyeberangi Kutub Utara pada 1918. Tetapi dia terpaksa meninggalkan rencana ini demi mencoba mencapai Kutub Utara dengan pesawat terbang.
Dalam penerbangan bersama penjelajah Amerika Lincoln Ellsworth pada 1925, dia tiba dalam jarak 150 mil (250 km) dari kutub. Pada 1926, bersama Ellsworth dan insinyur penerbangan Italia Umberto Nobile, ia melewati Kutub Utara dengan menggunakan balon udara, menyeberang dari Spitsbergen (sekarang Svalbard), utara Norwegia, ke Alaska. Pada 1928, Amundsen kehilangan nyawanya dalam penerbangan untuk menyelamatkan Nobile dari kecelakaan balon dekat Spitsbergen.
(mdk/ank)