Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Jabar Vaksinasi Covid-19: Ikut Bela Negara
Menurutnya keterlibatan masyarakat bisa menjadi langkah yang baik, di tengah situasi wabah yang kian melonjak. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak menolak ketika disuntik vaksin karena menyangkut keselamatan semua dari virus Covid-19 dan merupakan upaya bela negara.
Menjelang penyuntikan vaksin di Indonesia, masyarakat di Jawa Barat diajak terlibat aktif untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, saat meninjau gudang penyimpanan vaksin Covid-19 di Kota Bandung, Rabu (6/1/2021) kemarin.
Menurutnya keterlibatan masyarakat bisa menjadi langkah yang baik, di tengah situasi wabah yang kian melonjak. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak menolak ketika disuntik vaksin karena menyangkut keselamatan semua dari virus Covid-19 dan merupakan upaya bela negara.
"Kalau menolak akan membahayakan kesehatan, keselamatan masyarakat dan keluarga. Kepada seluruh warga yang akan mendapat vaksin, mari kita bela negara, kita cintai warga negara ini dengan ikut serta sesuai arahan pemerintah untuk ikut jadi peserta vaksin," katanya, via Liputan6
Ridwan Kamil Tak Ikut Divaksin
©2020 Instagram Ridwan Kamil/editorial Merdeka.com
Dalam kesempatan itu gubernur yang kerap disapa Kang Emil tersebut mengatakan bahwa ia tidak ikut divaksin Covid-19. Mengingat dirinya merupakan bagian relawan uji klinis vaksin Sinovac fase tiga yang sudah disuntik sebelumnya.
Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum tetap akan menjadi orang pertama di lingkungan Pemprov Jabar yang akan menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 di Jawa Barat.
"Karena saya sudah jadi relawan vaksin, maka saya tidak bisa ikut divaksin. Nanti saya akan menemani Pak Wakil Gubernur bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, sebagai orang-orang pertama yang akan menjalani penyuntikan vaksin Covid-19," terang Emil.
Diutamakan di Zona Merah Terlebih Dahulu
Di Jawa Barat sendiri telah diberikan alokasi vaksin sebanyak 97.080 dosis yang akan didistribusikan sebanyak 2 tahap. Tahap pertama akan dibagikan sebanyak 38.400 dosis. Sementara tahap ke dua sebanyak 58.680 dosis yang diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes) terlebih dahulu.
Untuk mematangkan rencana tersebut, Pemprov Jabar terus meningkatkan kesiapan sumber daya hingga logistik sebagai penunjang. Menurut data Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, tercatat sebanyak 1.094 puskesmas telah terlatih, 27 wakil supervisor kabupaten/kota sudah terlatih, 67 rumah sakit umum di 27 kabupaten/kota sudah terlatih, 18 RS TNI, Polri, BUMN, sudah terlatih, serta tambahan 46 cold chain TCW 3000.
Keseluruhannya disebut telah siap untuk membantu proses pendistribusian vaksin di Provinsi Jawa Barat, termasuk di kawasan zona merah.
"Ada 1.000 nakes (tenaga kesehatan) di zona merah dan 1.000 nakes di zona yang tidak merah, maka proporsinya tidak akan sama meski sama-sama ada 1.000 nakes. Maka lebih banyak nakes di zona merah (yang mendapatkan vaksin lebih dulu). Maka, nanti Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan Bandung Raya lah yang akan mendapat porsi lebih banyak," paparnya.
Jabar Siap Vaksinasi
Vaksin Covid-19 di Bandung ©2020 Sekretariat Presiden
Menurut Emil, Jabar membutuhkan sekitar 67 juta dosis vaksin Covid-19 untuk 33,5 juta penduduk atau 70 persen dari populas. Ia menambahkan, dari catatan tersebut juga terdapat sebanyak 161.242 sasaran nakes di 27 kabupaten/kota se-Jabar untuk vaksinasi.
Jumlah tersebut bisa meningkat, seiring dengan penambahan daftar SDM (Sumber Daya Manusia) lain di fasilitas pelayanan kesehatan atau Fasyakes.
"Alhamdulillah sekarang kita sudah punya 11.000-an vaksinator yang dilatih sampai akhir bulan Januari. Insya Allah Jabar akan siap (memulai vaksinasi Covid-19)," tambahnya.