LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Anjuran Menteri Muhadjir Nikahkan Si Kaya dan Si Miskin, Ini 5 Faktanya

Muhadjir mengatakan, praktik pencarian jodoh di Indonesia ini harus dibenahi. Pada umumnya orang akan cenderung mencari pasangan yang sama dalam status perekonomiannya.

2020-02-21 11:19:00
Tren
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menganjurkan orang kaya menikah dengan orang miskin. Pendapat ini langsung viral dibahas di berbagai media sosial. Pro kontra pun bermunculan.

Muhadjir mengatakan, praktik pencarian jodoh di Indonesia ini harus dibenahi. Pada umumnya orang akan cenderung mencari pasangan yang sama dalam status perekonomiannya. Nah pandangan seperti inilah yang harus segera diubah. Menikah antara orang kaya dengan orang miskin bisa mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik.

Berikut 5 fakta tentang pendapat Muhadjir Effendy tersebut:

Advertisement

1. Hanya Anjuran

Muhadjir sebelumnya meminta Menteri Agama Fachrul Razi untuk menerbitkan fatwa mengenai pernikahan dari lintas tingkat perekonomian. Sebagai gerakan moral dalam rangka memutus rantai kemiskinan.

"Itu kan intermezzo. Yang kedua, fatwa itu anjuran, saran, silakan saja," ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (20/2).

Advertisement

2. Status Sosial

Dari penuturan Muhadjir, praktik pencarian jodoh di Indonesia ini harus dibenahi. Pada umumnya orang akan cenderung mencari pasangan yang sama dalam status perekonomiannya.

"Orang miskin cari miskin. Ini membuat rantai kemiskinan tidak bisa diputus. Salah satu penyebabnya itu," tuturnya.

3. Menyelamatkan Generasi Muda

Usulan Kemenko PMK ini memang mempunyai tujuan untuk menyelamatkan generasi muda. Karena jika orang denga tingkat perekonomiannya rendah kemudian menikah dengan orang yang setara, maka akan timbul masalah baru, seperti timbul penyakit seperti stunting (kerdil) dan menambah tingkat kemiskinan di Indonesia.

4. Riset Pemerintah

Anjuran Menko PMK Muhadjir Effendy ini berasal dari riset yang menunjukkan per September 2019, ada 9,4 persen keluarga miskin di Indonesia dari 57 juta rumah tangga. Jadi ada sekitar 5 juta keluarga miskin di Indonesia.

Hal itu juga dipengaruhi pola perilaku masyarakat yang menikah dengan mencari kesetaraan. Si kaya menikah dengan si kaya, si miskin menikah dengan si miskin.

5. Solusi Pemerintah

Adapun solusi yang diberikan oleh pemerintah terkait fatwa tersebut, Muhadjir Effendy menginisiasi untuk melakukan sertifikasi pra-nikah untuk bertujuan tidak memunculkan keluarga miskin lagi di Indonesia. Menurut Muhadjir program ini sudah dilakukan di negara-negara Asia seperti Korea, Malaysia, dan Singapura.

Rencananya pasangan yang masih belum kuat secara finansial harus menjalankan kartu pra-kerja yang direncanakan oleh Presiden Joko Widodo. "Tujuannya agar setelah menikah mereka menjadi rumah tangga yang mapan secara ekonomi," tambah Muhadjir.

(mdk/dem)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.