Ramai di Medsos, Ini Kata Polisi Soal Konvoi Geng Motor Acungkan Sajam di Serang
Baru-baru ini pengguna media sosial digegerkan dengan video yang memperlihatkan aksi gerombolan geng motor di jalanan Kota Serang, Banten. Gerombolan tersebut mengacungkan senjata tajam seperti celurit dan golok sembari menggeber kendaraan mereka.
Baru-baru ini pengguna media sosial digegerkan dengan video yang memperlihatkan aksi gerombolan geng motor di jalanan Kota Serang, Banten. Gerombolan tersebut mengacungkan senjata tajam seperti celurit dan golok sembari menggeber kendaraan mereka.
Para anggota geng motor bernama All Star tersebut juga berteriak jika mereka adalah rombongan dari wilayah Serang Timur.
Seperti dilansir dari Instagram @smartgram, lokasi kejadian tersebut diduga berada di Perempatan Ciceri, Kota Serang, tepatnya di dekat kantor Diskominfo Pemkot Serang dan UIN Banten.
Video konvoi geng motor yang mengacungkan senjata tajam ini pun viral dan menjadi sorotan warganet. Atas kejadian ini, pihak kepolisian pun turun tangan. Berikut selengkapnya.
Diduga Motif untuk Balas Dendam
©2021 Liputan6 /Merdeka.com
Seperti dilansir dari Liputan6, kelompok berjumlah ratusan orang tersebut diduga berniat balas dendam, mengingat dua bulan sebelumnya salah satu anggota mereka dianiaya oleh kelompok lain.
Berdasarkan penyelidikan petugas kepolisian dari Polda Banten dan Polres Serang, para anggota geng motor tersebut melakukan konvoi dari Kemang menuju SMPN 16 untuk menjemput anggota lainnya.
Setelah itu, mereka menuju Kilasah ke Trondol dan terakhir di lampu merah Ciceri dekat Carrefour. Di tempat ini lah gerombolan ini memblok jalan dengan mengacungkan senjata tajam seperti yang tampak pada video berdurasi singkat itu.
"Perencanaan aksi itu melalui komunikasi menggunakan media sosial Grup WhatsApp geng motor All Star untuk melakukan balas dendam," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Kombes Martri Sonny.
Berhasil Membekuk 10 Orang
Sonny juga mengungkapkan jika pihaknya saat ini telah berhasil mengamankan 10 anggota geng motor yang terlibat dalam aksi tersebut. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti.
"Kami mengamankan 10 orang dari 36 pelaku dan menyita barang bukti berupa celurit," terangnya kepada wartawan.
Memburu Pelaku Lainnya
Sonny juga menjelaskan jika pihaknya telah menyita beberapa barang bukti lainnya berupa handphone yang digunakan pelaku untuk mengajak anggota lainnya konvoi serta tujuh senjata tajam.
Dari 10 orang tersebut, lanjut Sonny, satu pelaku di antaranya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas peristiwa pengeroyokan sekitar Januari 2021 lalu. DPO tersebut merupakan ketua geng motor kelompok All Star dari Serang Timur berinisial A yang diduga mengajak dan menghasut anggota lainnya untuk membalas dendam.
"Polda Banten dan Polres Serang kini memburu para pelaku geng motor lainnya yang meresahkan warga," pungkasnya.