LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Punya Menara Tertinggi ke-3 Dunia, Masjid di Indramayu Ini Jadi yang Termegah

Masjid Rahmatan Lil Alamin Ma’Had Al Zayitun (MAZ) ini disebut-sebut memiliki tampilan yang mencuri perhatian, sebab sempat disebut sebagai salah satu tempat ibadah umat muslim termegah di Asia. bahkan towernya pun termasuk kategori menara masjid tertinggi nomor tiga di dunia dengan ketinggian 201 meter.

2021-04-05 15:03:00
Jabar
Advertisement

Sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid banyak tersebar di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Ragam keunikan bangunannya kerap menjadi ciri khas. Seperti salah satu masjid yang terletak di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat berikut ini.

Masjid bernama Rahmatan Lil Alamin Ma’Had Al Zayitun (MAZ) ini disebut-sebut memiliki tampilan yang mencuri perhatian. Bangunannya sempat disebut sebagai salah satu tempat ibadah umat muslim termegah di Asia.

Tak sampai di situ, bahkan towernya pun termasuk kategori menara masjid tertinggi nomor tiga di dunia dengan ketinggian 201 meter dan tinggi bangunan utama masjid 73.125 meter.

Advertisement

Seperti apa keunikan dari salah bangunan yang terletak di kompleks pondok pesantren Al Zaytun tersebut? Berikut informasi selengkapnya dari berbagai sumber yang dilansir Merdeka pada Senin (05/04).

Seluruh Unsur Bangunannya Memiliki Nilai Filosofi

Advertisement

©2021Kanal Youtube Channel Jabar/editorial Merdeka.com

Sebagaimana dilansir dari duniamasjid.islamic-center.or.id, seluruh unsur di bangunan masjid tersebut memiliki nilai filosofinya tersendiri salah satunya terletak di total luas bangunan masjid.

Adapun, MAZ disebut memiliki luas total 99x99 meter persegi, yang menyimbolkan sifat nama Allah dalam Asmaul Husna yang juga berjumlah 99. Bila diputar ke arah mana saja, angka ini tidak akan berubah, bermakna selalu punya nilai yang sama.

Kemudian nilai filosofi lain terdapat pada jumlah lantainya yakni 6. Angka enam di sini disimbolkan sebagai rukun iman, dengan masing-masing ketinggian 33 m yang memiliki simbol jumlah tasbih, tahmid dan takbir setelah salat.

Tinggi tiang masing-masing lantai juga memiliki makna tersirat yakni lima meter. Angka ini mempunyai arti Arkanul Islam, rukun Islam yang berjumlah lima.

Selain itu, terdapat empat buah kubah dengan ukuran kecil yang mengelilingi bangunan masjid. Angka tersebut menyiratkan makna empat mazhab yang diyakini di Indonesia oleh umat muslim.

Dibangun Menyesuaikan Arsitektur Dunia yang Universal

Sebagai salah satu masjid yang monumental di Indonesia, MAZ juga dibangun dengan standar arsitektur dunia.

Ir Djamal M Abdat, selaku Pimpinan Tanmiyah MAZ mengatakan, pengerjaannya sendiri harus dilakukan dengan telaten agar hasilnya maksimal. Salah satu di antaranya adalah pada saat pembuatan pondasi, MAZ menggunakan sistem pondasi kapal.

“Sebenarnya, nama resminya raft foundation atau pondasi rakit. Namun, kalau rakit maknanya kecil maka kami sempurnakan menjadi pondasi kapal,” terang Djamal, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dalam pembangunan masjid tersebut setiap unsurnya harus memenuhi standar estetika yang universal dan tidak hanya berpangku pada satu etnik sehingga sesuai dengan namanya yakni Rahmatan Lil ’Alamin yang artinya masjid penebar rahmat, penebar kasih hingga tercipta hubungan silaturahmi yang tidak pernah putus.

Memiliki Menara Tertinggi Nomor 3 Dunia

Daya tarik lainnya dari masjid tersebut adalah terdapat di bagian menaranya yang diberi nama Pemuda Perdamaian. Dilansir dari kanal YouTube Jabar Channel, Menara MAZ sendiri merupakan menara dengan urutan tertinggi nomor tiga di dunia.

Sebelumnya, di urutan pertama sebagai menara tertinggi diduduki oleh menara Masjid Mohammadia Mega di Al Jazair, Mesir dengan ketinggian 270 meter. Kemudian di posisi kedua diraih oleh menara Masjid Hasan II Casablanca, di Maroko dengan ketinggian 210 meter.

Ketinggian 210 meter di menara Pemduda Perdamaian juga disebut menyesuaikan dengan asma Nabi yang berjumlah 210 nama.

Terkait filosofi nama, menara Pemuda Perdamaian berarti sebagai sifat ciptaan Tuhan yang tidak mengelompokkan suatu golongan tertentu, sehingga mencerminkan pokok-pokok toleransi antar sesama. Dan dalam bahasa Arab, Pemuda Perdamaian bermakna “Tempat Api”.

“Makna api di sini berarti suluh di tengah kegelapan atau semangat yang menyala-nyala. Berkaitan dengan semangat ini adalah kata “Pemuda” yang penuh dengan energi” seperti tertulis di channel tersebut.

Para Pekerja Konstruksi Dituntut Profesional

Komandan Pabrikasi di Masjid Rahmatan Lil Alamin, A Daud mengungkapkan, salah satu standar ketetapan yang diberlakukan saat proses konstruksi MAZ adalah penguatan di bidang SDM yang handal.

Ia menyebut jika seluruh pekerja di unitnya dituntut untuk bisa mengelas, sebab semua rangkaian terbuat dari konstruksi baja. Selain diikat dengan baut, juga harus diperkuat dengan sambungan las.

Ketika pekerja dihadapkan dengan jobdesk demikian keseimbangan tubuh menjadi hal yang utama. Ketika salah, tidak seimbang dan grogi akan berakibat terhadap nyawa dan keselamatan.

Daud pun menceritakan sebagai contoh, saat di sub unit erection MAZ, terdapat seseorang yang diperkenankan bekerja di ketinggian untuk merangkat satu lantai baja. Kemudian saat mengerjakan di lantai kedua, pekerja tersebut sudah berkeringat dingin.

Sehingga pihaknya langsung memutuskan untuk pekerja tersebut tidak lagi menangani pekerjaan di ketinggian. Hal tersebut menurutnya menjadi rangkaian terpenting untuk berproses di pekerjaan konstruksi.

Mampu Menampung hingga 150.000 Jamaah

©2021 rahmatanlilalamin.id/ Merdeka.com

MAZ ditargetkan saat selesai 100 persen dapat menampung hingga 150.000 Jamaah. Saat ini masjid tersebut sudah digunakan untuk keperluan salat terutama di hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Proses pembangunannya sendiri sudah dilaksanakan sejak 1 Januari 1999, di tanah seluas 6,5 hektare dengan total anggaran 14 juta dollar amerika, atau setara dengan Rp135 miliar.

Peletakan batu asas masjid Rahmatan Lil ’Alamin dilakukan pada tahun baru Hijriah 1 Muharam 1421 H oleh R Nuriana, Gubernur Jawa Barat saat itu. Pembangunan masjid ini boleh dibilang merupakan satu tonggak sejarah pembangunan sebuah simbol dan monumen kebesaran umat Islam di Indonesia.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.