Punya 13 Ribu Anggota, Ini 3 Pengakuan Ketua Ormas di Garut saat Diperiksa Polisi
Ketua Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu, Mr Prof Ir Cakraningrat alias Sutarman telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Garut pada Kamis (10/9). Dalam pemeriksaan tersebut, ia memberikan beberapa keterangan terkait paguyuban yang telah berdiri sejak tahun 2018 itu.
Ketua Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu, Mr Prof Ir Cakraningrat alias Sutarman telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Garut pada Kamis (10/9). Dalam pemeriksaan tersebut, ia memberikan beberapa keterangan terkait paguyuban yang telah berdiri sejak tahun 2018 itu.
Sutarman datang memenuhi panggilan polisi dengan mengenakan jaket loreng yang terdapat tulisan 'Tri Komando Rakyat' di bagian belakang, celana putih, dan peci hitam.
Punya 13 Ribu Anggota di 34 Provinsi
Instagram Warung Jurnalis ©2020 Merdeka.com
Menurut pengakuan Sutarman, ormas yang ia pimpin tersebut telah memiliki puluhan ribu anggota yang tersebar di seluruh provinsi se-Indonesia.
"Ada 13 ribu anggota di 34 provinsi. Saya pokok utama sebagai pimpinan pusat ampera," ucap Sutarman di Mapolres Garut.
Bukan Kerajaan
Sutarman juga menampik jika organisasinya disebut sebagai kerajaan.
Menurutnya, Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu merupakan sebuah perkumpulan yang bertujuan untuk menyatukan silsilah keluarga anak bangsa.
Konsorsium Induk dari Ampera
Ia juga menyebut dirinya sebagai konsorsium induk dari istilah ampera yang kerap mencuat.
"Ampera itu perintisan. Jadi sebelum NKRI berdiri itu adalah ampera. Maksudnya itu perintisan atau asal usul," katanya.
Viral karena Mengubah Pancasila
©2020 Merdeka.com
Organisasi masyarakat Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu di Kabupaten Garut, Jawa Barat tersebut viral lantaran simbolnya yang kontroversial. Ormas yang berpusat di Cisewu, Garut, Jawa Barat tersebut telah mengubah posisi dan komposisi simbol burung garuda pada lambang negara Garuda Pancasila
Selain itu, paguyuban tersebut juga memiliki mata uang sendiri dengan mengubah wajah Presiden Soekarno menjadi wajah ketua ormas mereka.