Proyek Pengecoran Jalan di Bandung Kerap Sebabkan Kecelakaan, Ini Penyebabnya
Sebagaimana terlihat di tayangan CCTV yang viral di media sosial, sejumlah kendaraan mengalami kecelakaan cukup parah. Sebuah mobil tersangkut di pembatas jalan beton, dan seorang pengendara terpelanting usai menabrak jalan baru tersebut.
Perbaikan jalan cor beton di kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, rawan kecelakaan dan memakan korban.
Sebagaimana terlihat di tayangan CCTV yang viral di media sosial, sejumlah kendaraan mengalami kecelakaan cukup parah. Sebuah mobil tersangkut di pembatas jalan beton, dan seorang pengendara terpelanting usai menabrak jalan baru tersebut.
Dilansir dari kanal Youtube Fokus Indosiar, berdasarkan penuturan dari Kapolsek Cililin, Rabu (1/12), ia mengaku sering mendapat laporan kecelakaan dari warga sekitar. Menurutnya, terdapat faktor penyebab terjadinya peristiwa laka di perbaikan jalan penghubung Cihapelas-Cililin itu.
Minim Rambu Peringatan
Tangkapan layar dari video viral kecelakaan di proyek pengecoran jalan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. ©2021 YouTube Fokus Indosiar/ Merdeka.com
Kapolsek AKP Deni Nurcahyadi menjelaskan, kecelakaan yang viral di media sosial itu disebabkan oleh minimnya rambu-rambu peringatan di sekitar area proyek jalan yang dicor.
Akibatnya beberapa kendaraan mengalami kecelakaan, di antaranya seorang pengendara motor besar yang menabrak hingga tak sadarkan diri. Selain itu, di lokasi itu juga minim penerangan jalan, sehingga menyebabkan pembatas proyek beton tak terlihat.
"Untuk yang kita ketahui, rambu-rambu sangat minim. Dan untuk sekarang Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah menambahkan beberapa rambu-rambu," ujar Deni.
Dilaporkan Enam Kecelakaan selama Proyek Berlangsung
Tangkapan layar dari video viral kecelakaan di proyek pengecoran jalan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. ©2021 YouTube Fokus Indosiar/ Merdeka.com
Peningkatan jalan sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Dan selama itu pula, enam peristiwa kecelakaan dilaporkan warga ke kantor polisi.
Ruas jalan kabupaten sepanjang 30 kilometer itu tengah menjalani proses perbaikan, dengan target penyelesaian di akhir tahun 2021 ini.
Deni mengimbau kepada para pengguna jalan agar berhati-hati saat berkendara, terlebih saat melintasi lokasi pada malam hari karena minimnya penerangan.