LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Posyandu di Bandung Ini Bikin Penasaran Delegasi Ghana, Intip Programnya

"Para delegasi menanyakan kepada kami tentang program pencegahan stunting. Kebetulan dari pihak kelurahan di sini baru saja melaunching program Gemericing,"

2023-05-17 19:09:00
Jabar
Advertisement

Para delegasi kesehatan dari Republik Ghana, Afrika Barat ingin mengetahui cara warga Kota Bandung untuk mencegah kekerdilan pada anak-anak atau stunting. Mereka kemudian menanyakan sebuah program yang digagas oleh Posyandu Erma di daerah Ledeng.

Ketua Tenaga Pelatih Program Kesehatan (TPPK) Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap Bandung, Dewi Mulyaningsih Saputri, Rabu (17/5), mengatakan jika posyandu itu memiliki program bernama Gemericing yang melibatkan warga setempat sebagai ibu asuh.

"Para delegasi menanyakan kepada kami tentang program pencegahan stunting. Kebetulan dari pihak kelurahan di sini baru saja melaunching program Gemericing," katanya, dikutip dari ANTARA.

Advertisement

Nama programnya Gemericing untuk ajak anak-anak makan ikan

©2022 Merdeka.com/Dok. Pemkot Surabaya

Advertisement

Dewi menerangkan bahwa Gemericing memiliki kepanjangan dari Gemar Makan Ikan Cegah Stunting (Gemerincing). Penerapan programnya sendiri melibatkan ibu-ibu setempat yang merupakan kader dari RW5 di Kelurahan Ledeng.

Ibu-ibu sebelumnya telah dilatih untuk membuat olahan makanan berbahan dasar ikan patin sebanyak 1 kilogram sebelum diberikan kepada anak-anak dengan kondisi stunting. Jadwalnya dua kali seminggu, yakni hari Sabtu dan Senin saat imunisasi.

"Kadernya terlebih dahulu dilatih membuat olahan-olahan ikan yang memang bisa dikonsumsi balita lima tahun ke bawah. Jadi ilmunya kita bekali ilmu dulu, setelah mereka mumpuni dengan pengetahuan baru kita start Gemerincing di posyandu," katanya.

Delegasi Ghana antusias

Sementara itu, Ketua Delegasi sektor kesehatan Republik Ghana Sophia Kesewa Ampofo Kusi menyebut bahwa timnya sangat antusias dalam mempelajari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam menangani kasus stunting dan imunisasi.

Menurut perempuan yang menjabat sebagai Policy Planning Monitoring and Evaluation Division di departemen kesehatan Ghana, timnya mengikuti kegiatan posyandu dari awal sampai akhir. Nantinya, mereka akan membuat catatan untuk diimplementasi di tingkat daerah negara tersebut.

“Kami menyadari bahwa Indonesia punya perkembangan yang sangat cepat menyangkut organisasi. Tim memutuskan untuk datang ke sini untuk mempelajari sistem organisasi Indonesia, mempelajari praktik terbaik apa yang akan kami temukan selama kunjungan ini," beber Sophia.

Adapun kunjungan tersebut merupakan kegiatan study tour untuk menerapkan program Health Institutions of Excellence in Immunization yang sudah dimulai sejak 15 Mei 2023 lalu.

Selain Sophia, delegasi Ghana yang mempelajari kegiatan Posyandu Erma di antaranya, Expanded Programme on Immunization Programme GHS William Opare, Regional Director Upper West GHS Damien Punguyire, Community Health Nurse Kumasi GHS Owusu Bright, Ghana Coalition of NGOs in Health Amissah-Nyarko Bright, Resource Mobilization Unit Ministry of Health Rita Baaba Tandoh-Apau, dan District Director of Health Service, Kumbungu District Northern Region Dr Seidu Barikisu Abubakari.

Pemerintah di Ghana siap mereplikasi sistem

Menurut Sophia, Pemerintah Republik Ghana berencana mereplikasi sistem penanganan imunisasi nasional yang diterapkan di Jawa Barat. Sebelumnya Jakarta jadi kota rujukan pertama.

“Kami ingin mengembangkan kapasitas kami dalam program imunisasi," kata Sophia.

Pihaknya mendengar kabar keberhasilan penerapan vaksinasi untuk masyarakat, sehingga ingin direplikasi di negaranya. Beberapa rujukan pun telah ia lihat dan pelajari sebelum ke Indonesia.

Ia melanjutkan, Jawa Barat dijadikan rujukan karena mewakili populasi terbanyak di Indonesia. Dari data yang ia dapatkan, capaiannya berada di angka 49 juta jiwa lebih.

Dikonfirmasi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Jabar, Rochady Hendra, poin-poin capaian imunisasi di Jabar sempat tak memenuhi target di tahun 2021 yang berada di angka 89,4 persen. Namun keadaannya berubah di tahun berikutnya 2022, yang berada di angka 107 persen.

Untuk data nasional, di tahun yang sama angkanya mencapai 99,6 persen untuk imunisasi dasar lengkap.

"Namun pada rentang waktu 2022 hingga 2023, kembali terjadi beberapa kasus penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi yang dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB), di antaranya di Purwakarta," katanya.

Keberhasilan ini tidak dilalui dengan mudah. Pasalnya pihaknya juga menemukan tantangan seperti kelompok anti vaksin yang kini terdeteksi di Kecamatan Harjamukti, Cirebon.

"Mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, sudah masuk (memberikan sosialisasi manfaat imunisasi) ke kawasan itu, tapi penolakan sangat kuat," katanya.

Kemudian, dinkes juga melibatkan Unicef untuk memaksimalkan pemberian vaksin.

"Kota Cirebon masih menjadi wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah di Jabar," katanya. 

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.