Polisi Sebut Kapal Karam di Garut Masih Misterius, Terbawa Gelombang dari Cianjur
Warga di sekitar perairan Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat digegerkan atas penemuan bangkai kapal karam berukuran besar. Kapal itu diduga terbawa gelombang laut dari wilayah Cianjur. Menurut polisi, Senin (16/1), asal usul kapal ini masih misterius.
Warga di sekitar perairan Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat digegerkan atas penemuan bangkai kapal karam berukuran besar. Kapal itu diduga terbawa gelombang laut dari wilayah Cianjur. Menurut polisi, Senin (16/1), asal usul kapal ini masih misterius.
Diungkap Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Garut, AKP Anang Sonjaya, keberadaan kapal sudah diketahui oleh warga dan para nelayan setempat sejak satu pekan lalu. Pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan Polres Garut dan Direktorat Polairud Polda Jabar.
"Ya betul (sudah sepekan), saya juga sudah lapor baik ke Pak Kapolres maupun ke Direktorat Polairud Polda Jabar," ujarnya, mengutip ANTARA.
Tidak Merasa Ada Kehilangan
Kapal karam di perairan Garut ©2023 YouTube Jelajah Desa/ Merdeka.com
Pendalaman selanjutnya dilakukan dengan menanyakan ke pihak-pihak maupun warga yang diduga mengalami kehilangan kapal, namun sampai Senin (16/01) kemarin petugas tidak menemukan tanda-tanda kepemilikan.
Polisi sendiri masih kesulitan mendeteksi kondisi kapal, karena tidak ditemukan orang atau anak buah kapal di lokasi. Apakah ini dibuang pemiliknya atau sengaja ditinggalkan juga masih misteri.
"Belum bisa menduga. Tidak ada tanda apapun," kata dia.
Diduga Terbawa dari Perairan Cianjur
Kapal ini sendiri pertama kali ditemukan pada tanggal 9 Januari 2023 lalu. Menurut nelayan setempat, mulanya kapal ini berada di wilayah perairan Cianjur, kemudian terhempas gelombang dan sampai ke kawasan laut Rancabuaya.
Posisinya juga masih dalam keadaan terbalik dan bagian dalamnya sudah dipenuhi oleh hewan-hewan laut, yang menandakan bahwa kapal tersebut sudah lama terbengkalai.
Petugas berwenang, terus melakukan penjagaan di sekitar area penemuan kapal karam itu. Identitas apapun juga tidak ditemukan di sekitar kapal.
Anang memastikan jika kapal karam itu bukan milik dari warga maupun nelayan di Rancabuaya, lantaran tidak ada yang mengakui atau merasa kehilangan.
Miliki Panjang 25 Meter
Sementara, Ketua Nelayan Rancabuaya, Pupun menyebut jika kapal mulanya berada di perairan perbatasan antara Cianjur dan Garut. Namun lambat laun keberadaannya bergeser hingga ke kawasan Pelabuhan Rancabuaya.
Menurut dia, cuaca dan angin kencang turut mempengaruhi bergesernya kapal tersebut.
“Begitu keliatan kapal dari perbatasan Cianjur beberapa hari lalu, kemudian kapal itu ditemukan berada di wilayah Pelabuhan Rancabuaya. Hanya di sini tidak terlihat awak kapalnya dan sudah dalam kondisi rusak, karena diombang ambing gelombang besar akibat cuaca dengan angin besar” katanya, mengutip YouTube Jelajah Desa.
Diketahui, kapal tersebut memiliki panjang 25 meter, dan kini tertahan di wilayah pantai.