Pilu TKW Cianjur Disiram Bubur Panas oleh Majikan di Dubai, Memohon Dipulangkan
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menangis usai mendapatkan perlakuan tak manusiawi ketika bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab. Menurut pengakuannya, ia disiram menggunakan bubur yang masih panas oleh sang majikan.
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menangis usai mendapatkan perlakuan tak manusiawi ketika bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab. Menurut pengakuannya, ia disiram menggunakan bubur yang masih panas oleh sang majikan.
Seperti terlihat dalam unggahan Instagram @infocianjur24jam pada Selasa (9/8), pakaian wanita yang diketahui bernama Neni Aptiani tersebut dipenuhi tumpahan bubur. Ia pun hanya bisa menangis terisak saat memperlihatkan kondisinya usai mendapat perlakukan tersebut.Neni menduga jika sang majikan tidak menyukai adanya taburan bawang goreng di bubur tersebut hingga membuatnya mendapat perlakukan buruk itu.
Dirinya kemudian memohon agar bisa segera dipulangkan ke kampung halaman di Cianjur. Videonya viral dan ramai menjadi sorotan di media sosial.
Mengaku Tak Tahan
©2022 Instagram @infocianjur24jam/ Merdeka.com
Dalam videonya, Neni juga menceritakan jika dirinya sudah tidak tahan bekerja di Dubai dan meminta bantuan agar bisa segera dipulangkan oleh pihak berwenang.
Ia terlihat memegang sejumlah dokumen, salah satunya paspor agar bisa segera diproses kepulangannya.
“Assalamualaikum, pak. Ini saya sudah pegang paspor. Saya nunggu-nunggu belum diproses, belum ada kabar, belum ada jemputan karena saya udah gak tahan,” terangnya.
Alasan Disiram Bubur Panas
Sementara itu Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (ASTAKIRA), Ali Hildan menjelaskan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait juga Kementerian Luar Negeri. Pihaknya pun siap membantu upaya kepulangan Neni ke kampung halaman.
Selain itu, Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Pengembangan Kesempatan Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Cianjur, Ani Nuryanti mengatakan sudah menerima laporan dari keluarga Neni.
Secara tegas, pihak calo yang memberangkatkan Neni secara non prosedural akan dipanggil dan dimintai pertanggungjawabannya.