LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Sukses Pikat Warga Korea, Produk UKM Jabar Mejeng di Pameran Handyarty 2022 Korsel

Produk UKM tersebut berasal dari jenis kriya dan ditampilkan, di ajang Handarty Korean. Pameran internasional itu digelar di Convention & Exhibition (COEX) Center Seoul, Korea Selatan, pada 28-31 Juli 2022.

2022-08-05 09:28:00
Jabar
Advertisement

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan mengatakan jika produk UKM asal Jabar berhasil memikat pasar dari negeri ginseng, Korea Selatan.

Produk UKM tersebut berasal dari jenis kriya dan ditampilkan, di ajang Handarty Korean. Pameran internasional itu digelar di Convention & Exhibition (COEX) Center Seoul, Korea Selatan, pada 28-31 Juli 2022.

"Alhamdulillah pada ajang Handarty Korean yang digelar di Convention & Exhibition (COEX) Center Seoul, Korea Selatan, kemarin, produk kriya yang ditampilkan kami dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar, berhasil menarik perhatian para pengunjung di sana," kata Iendra Sofyan, di Kota Bandung, Kamis (4/8), dilansir dari ANTARA

Advertisement

Pengenalan UKM Jabar ke Penjuru Dunia

Produk UKM Jabar di Handarty Korean 2022 ©2022 Dokumentasi Disperindag Jabar/ Merdeka.com

Advertisement

Dijelaskan Iendra, mejengnya UKM Jawa Barat di Korea Selatan itu merupakan bentuk komitmen untuk mengangkat produk-produk kerajinan dalam negeri agar bisa dikenal di kancah internasional. UKM Jabar tersebut menjadi bagian dari Pavilion Indonesia, dengan kualitas yang sudah terkurasi.

"Jadi keikutsertaan kami kemarin itu, merupakan partisipasi tahun ketiga Dekranasda Jabar di pameran Handarty Korea," katanya.

Handarty Korea 2022 merupakan acara pameran kerajinan terbesar di Korea Selatan, dengan menampilkan berbagai karya seni kriya, pakaian, juga lokakarya para seniman dari seluruh dunia.

Dari Jabar diwakili oleh empat pelaku usaha kriya yakni Anggia Handmade, PALA Nusantara, Neby Bags dan Kerabat Store.

"Jadi ini pameran bergengsi bagi produk UKM, tahun sebelumnya peserta yang mengikuti pameran ini datang dari lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Jumlah Pengunjungnya juga ratusan ribu, jadi ini kesempatan bagi produk UKM Jawa Barat disimak dunia internasional juga menambah jam terbang pameran internasional," imbuhnya.

Membantu Penjualan Produk UKM Secara Luas

Pihaknya bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jabar memastikan akan membantu regulasi penjualan produk UKM secara ekspor, dengan merumuskan regulasi melalui tim khusus.  

"Untuk ekspor Jawa Barat nomor satu secara nasional hampir 98 persen, namun itu didominasi manufaktur. Kita ingin ekspor KUMKM juga meningkat,” katanya.

Melalui reformasi birokrasi saat ini, katanya, tupoksi Koperasi dan UMKM ada di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, sedangkan perdagangan atau ekspornya ada di Indag. Sehingga langkah kolaborasi menjadi upaya dalam membantu penjualan produk UKM secara lebih luas.

"Tugas team of team ini, salah satunya akan merumuskan Pergub tentang Pembinaan KUMKM untuk perdagangan Internasional di Jabar. Nanti di dalamnya akan diatur prosedur, program, tupoksi perangkat daerah dan hal lainnya dalam mendorong ekspor KUMKM,” katanya.

Event Ini Jadi Ajang Kebangkitan UKM Pasca Pandemi

Dikatakan pria yang juga Ketua Harian Dekranasda Jabar itu, pameran internasional seperti ini bisa ikut mendongkrak perkembangan UKM yang sempat terpuruk selama pandemi Covid-19 lalu.

"Ajang pameran seperti Inacraft, Handyarty menjadi kesempatan bagi Jabar untuk membangkitkan dan membangun kembali sektor ekonomi kreatif,” katanya.

Sementara, ditambahkan Wakil Ketua Dekranasda Jabar, Lina Marlina pihaknya merasa bangga lantaran Jawa Barat berhasil memperkenalkan produk berkualitasnya di acara internasional tersebut. Pihaknya berharap, acara seperti ini bisa turut memacu produktivitas di sektor kerajinan tangan.

"Kami juga terus mendorong pembinaan berkualitas," kata Lina.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.