Petani Karawang Diminta Terapkan Tiga Kali Panen oleh Mentan, Ini Tujuannya
Hal ini juga dijalankan sebagai langkah antisipasi, termasuk menjaga stabilitas ketahanan pangan di tengah ancaman bencana.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak petani di wilayah Karawang, Jawa Barat, untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan padi dengan menerapkan tiga kali tanam dan panen dalam setahun.
Yasin mengatakan, semua sudah sepakat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten agar diterapkan pola tersebut di luas lahan sekitar 4.000 hektare yang meliputi wilayah Kecamatan Rawamerta.
Hal ini juga dijalankan sebagai langkah antisipasi, termasuk menjaga stabilitas ketahanan pangan di tengah ancaman bencana.
"Karawang ini memang optimalisasi penanaman, ketahanan pangannya cukup bagus. Tapi IP (Indeks Pertanaman)-nya hanya 1,9. Jadi perlu optimalisasi lagi," kata Mentan usai panen raya di Karawang, Sabtu (13/11), melansir dari ANTARA.
Menyiagakan Stok Pangan saat Cuaca Ekstrem
Mentan Syahrul Yasin Limpo ©2021 Istimewa
Menurut Mentan Indonesia ke-28 itu, optimalisasi pengelolaan pertanian tersebut perlu dilakukan guna menghadapi perubahan cuaca ekstrem sesuai dengan imbauan Badan Pangan Dunia (FAO).
Disebutnya, sebagai langkah antisipasi diperlukan akselerasi yang kuat di bidang pertanian agar meminimalisir krisis dengan menyiagakan stok hingga dua tahun ke depan. Direncanakan, Kecamatan Rawamerta menjadi lokasi percontohan dari Mentan.
"Jadi kita harus menyiapkan stok pangan untuk dua tahun ke depan, untuk antisipasi perubahan cuaca sangat ekstrem. Yuk, tiga kali panen dalam setahun. Satu kecamatan ini saja, biar menjadi contoh," katanya.
Dimulai Bulan Depan
Mentan Syahrul Yasin Limpo kunjungi area persawahan
©2021 Istimewa
Syahrul mengajak para petani mulai melangsungkan pola tersebut bulan depan. Nantinya aktivitas akan berlanjut setelah 14 hari panen dan akan langsung dilakukan penanaman.
"Kita mulai di Karawang ini dengan model tiga kali tanam, bulan depan dimulai. Jadi yang sudah panen, begitu 14 hari setelah panen harus disikat (panen) lagi. Untuk menjaga stok air, kelebihan air yang ada, akan kita atur. Sehingga kita bisa dapat, minimal tiga kali panen dalam satu tahun," katanya.
Kendati demikian, sejumlah petani mengaku khawatir akan serangan hama hingga kelangkaan air. Namun Mentan menyampaikan agar petani tidak boleh menyerah atas kondisi itu. Sebab setiap kendala umumnya terdapat solusi.
"Kita tidak boleh menyerah, seperti kurang air, pompa air diperkuat, kalau tidak bisa diatasi, tinggal ganti varietas," katanya.
Disiapkan Varietas Khusus
Untuk saat ini, Yasin menambahkan jika Litbang Kementan sudah menyiapkan beragam varietas, salah satunya varietas yang tahan genangan air termasuk jenis yang bisa ditanam di lokasi yang mengandung air sangat sedikit.
"Kita lihat saja nanti, kesepakatan apa yg bisa diambil dalam satu-dua minggu ini. Mudah-mudahan berjalan lancar (tiga kali panen) dan bisa dicontoh daerah lain untuk mengatasi anomali cuaca," kata Mentan.