LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Petani di Sukaresmi Rugi Ratusan Juta Akibat Pergerakan Tanah, Begini Kata Kades

"Kurang lebih 13 hektar, sebagian besar sudah ditanami sejak 2 bulan lalu, sehingga dapat dipastikan seluruh lahan mengalami gagal panen karena pergerakan tanah. Setiap panen, lahan seluas itu bisa menghasilkan belasan ton padi, sehingga kerugian mencapai ratusan juta," kata Kepala Desa Rawabelut, Sukaresmi, Cianjur

2021-02-10 18:16:00
Jabar
Advertisement

Puluhan petani di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat alami kerugian hingga ratusan juta, akibat fenomena pergeseran tanah di lahan persawahan mereka.

Kepala Desa Rawabelut, Sarip Hidayat menyebut pergerakan tahan yang terjadi di area tersebut membuat 13 hektar lahan sawah siap panen alami kerusakan dan gagal untuk diselamatkan.

Sampai saat ini kedalaman tanah yang amblas mencapai tiga meter dan meluas hingga ke area perkampungan.

Advertisement

"Kurang lebih 13 hektar, sebagian besar sudah ditanami sejak dua bulan yang lalu, sehingga dapat dipastikan seluruh lahan pertanian mengalami gagal panen karena pergerakan tanah. Setiap panen, lahan seluas itu, dapat menghasilkan belasan ton padi, sehingga kerugian petani mencapai ratusan juta," jelasnya seperti yang Merdeka lansir dari Antara Rabu (10/02).

Lahan Sawah Terus Berkurang Setiap Tahun

Sarip mengungkapkan, akibat pergeseran tanah, lahan pertanian di Sukaresmi terus berkurang setiap tahunnya. Bahkan fenomena serupa yang terjadi di tahun 2017 lalu memuat 8 hektar lahan di Cipari amblas, sehingga tak bisa digunakan untuk menanam padi.

Advertisement

“Lahan pertanian di sini terus berkurang karena tahun 2017, saat itu pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan 8 hektar sawah milik petani di Kampung Cipari, amblas dengan kedalaman beragam, sehingga tidak dapat lagi digarap dan tahun ini 13 hektar area persawahan juga amblas dan terancam tidak dapat lagi digarap.” papar Sarip.

Kesulitan Beralih Ke Komoditas Lain

Ia menambahkan bahwa petani di Sukaresmi mengalami keresahan karena mereka tidak bisa beralih ke komoditas lain di luar pertanian. Tahun sebelumnya ia menyebut bahwa sudah belasan hektar area pesawahan yang beralih fungsi menjadi kebun karena retakan yang terjadi cukup dalam namun tak maksimal.

“Sebagian besar lahan pertanian di kampung kami, mengandalkan air tadah hujan, sehingga sulit untuk beralih dari menanam padi ke palawija," katanya.

Perlu diketahui, area pesawahan milik petani di Sukaresmi terletak di kawasan lereng bukit yang berselahan dengan perkampungan. Hal tersebut membuat lahan pertanian menjadi rawan akan pergerakan tanah.

Bahkan masing-masing bidang sawah mengalami pergeseran hingga 3 meter, dan diperkirakan tidak bisa digarap kembali.

Upaya Pemerintah

©2016 Merdeka.com

Terkait hal itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman, menjelaskan bahwa pihaknya telah menugaskan kepala dinas pertanian, untuk meninjau langsung ke lokasi guna mengakomodir bantuan.

Berbagai upaya akan terus dilakukan bersama dinas terkait untuk meminimalisir pergerakan tanah agar tidak meluas.

"Kami akan meninjau langsung, apa saja yang dibutuhkan petani agar tetap dapat menggarap lahan pertanian. Namun saat ini tim dari dinas pertanian dan dinas terkait lainnya, tengah mendata apa saja yang dibutuhkan saat ini, termasuk mencari solusi agar pergerakan tanah tidak meluas," katanya

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.