Perbedaan FGD dan LGD dalam Proses Perekrutan, Jangan Sampai Salah
FGD dan LGD merupakan tes yang jarang ditemui oleh para peserta seleksi. Tes ini biasanya diberikan kepada peserta yang melamar pada posisi Management Trainee dan semacamnya. Meskipun berbeda, namun tidak sedikit yang menganggap FGD dan LGD adalah tes yang serupa.
Dalam proses perekrutan karyawan, terdapat beberapa tes yang harus dilalui sebelum Anda diterima atau menandatangani kontrak. Tes-tes ini bertujuan untuk melihat dan mengukur kemampuan seseorang, apakah sesuai dengan kriteria atau tidak.
Beberapa tes seleksi yang sering dilakukan adalah tes psikotes, tes bahasa inggris, tes koran, dan masih banyak lagi. Namun ada satu tes yang berupa diskusi untuk menilai kepribadian, kemampuan berpikir, dan kreativitas calon karyawan. Tes ini disebut dengan FGD (Focus Group Discussion) dan LGD (Leaderless Group Discussion).
Dibandingkan dengan beberapa tes lainnya, FGD dan LGD merupakan tes yang jarang ditemui oleh para peserta seleksi. Tes ini biasanya diberikan kepada peserta yang melamar pada posisi Management Trainee dan semacamnya. Meskipun berbeda, namun tidak sedikit yang menganggap FGD dan LGD adalah tes yang serupa.
Bagi Anda yang saat ini akan menghadapi FGD atau pun LGD, ada baiknya jika mencari tahu tentang kedua tes tersebut dan juga perbedaannya. Seperti yang akan kami sampaikan berikut ini, tentang perbedaan FGD dan LGD dalam proses perekrutan karyawan.
FGD dan LGD
britishpsychotherapyfoundation.org.uk
Sebelum mengetahui tentang perbedaan FGD dan LGD, ada baiknya kita mencari tahu lebih dalam terkait dua macam tes ini.
Jumlah peserta
Dilansir dari chicmanagers.com, jumlah peserta dari FGD dan LGD bervariasi, namun umumnya berkisar antara 6 sampai 8, hingga 12 orang. Berbeda dengan proses wawancara, di mana satu orang peserta akan dinilai oleh satu atau lebih pewawancara, dalam FGD dan LGD peserta akan dipertemukan dengan peserta-peserta lain yang menjadi rekan Anda dalam berdiskusi. Apabila peserta diskusi berjumlah genap, maka tim penilai bisa saja mengelompokkan para peserta ke dalam dua kubu, yaitu kubu pro dan kontra.
Topik diskusi
Topik yang diangkat dalam FGD dan LGD biasanya tidak berkaitan langsung dengan dunia kerja, melainkan membahas isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan di media, atau konflik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari atau kehidupan kerja.
Setelah para peserta diminta untuk membaca dan memahami topik yang diberikan, kemudian para peserta akan diminta untuk bersama-sama mencari solusi dari permasalahan tersebut. Sebelum waktu berakhir, setiap kelompok diskusi harus bisa menarik kesimpulan berdasarkan instruksi yang diberikan di awal diskusi.
Setelah mengetahui bagaimana gambaran awal FGD dan LGD, selanjutnya kita akan membahas apa perbedaan FGD dan LGD.
Perbedaan FGD dan LGD
©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com
Meskipun di awal kedua tes memiliki alur yang serupa, namun perbedaan FGD dan LGD akan terlihat ketika diskusi dimulai. Perbedaan FGD dan LGD dapat kita lihat antara lain seperti berikut:
Jalannya diskusi
Perbedaan FGD dan LGD pertama akan tampak saat diskusi mulai berjalan. Di awal FGD, penilai akan membagikan topik untuk dibahas bersama. Kemudian, peserta akan diberi waktu beberapa menit untuk membaca dan memahami topik tersebut, sebelum penilai, yang juga berperan sebagai moderator, memandu para peserta untuk berdiskusi secara sistematis dan terarah.
Sedangkan dalam LGD, para peserta diberi kebebasan untuk menentukan jalannya diskusi. Para peserta akan menjalani proses diskusi tanpa ada moderator dari pihak penilai. Oleh karena itu, para peserta LGD akan menyepakati siapa yang akan menjadi moderator dan notulen, termasuk membuat kebijakan diskusi sendiri. Tugas tim penilai hanya sebatas memberi tanda, seperti kapan diskusi bisa dimulai, serta jumlah waktu yang tersisa.
Peran penilai
Perbedaan FGD dan LGD yang kedua terletak pada peran dari tim penilai, atau penilai. Pada FGD, seorang penilai akan berperan sebagai moderator kelompok. Di sini, penilai akan menentukan alur diskusi yang berlangsung. Seorang moderator juga berhak mendorong peserta yang dianggap pasif untuk berbicara mengungkapkan pendapat yang mereka miliki. Selain itu, moderator juga dapat menghentikan jika ada peserta yang dianggap terlalu dominan dalam kelompok.
Sedangkan dalam proses LGD, seluruh proses diskusi diserahkan kepada kelompok. Setiap peserta memiliki kebebasan yang sama untuk mengutarakan pendapat maupun ide-ide mereka. LGD biasanya juga ditujukan untuk mencari data mengenai para peserta diskusi. Dalam hal ini, para penilai akan melakukan penilaian terhadap gaya komunikasi, kerja sama kelompok, proses analisa masalah, dan bagaimana peran peserta dalam kelompok tersebut. Namun, penilai tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam proses diskusi.
Sistem penilaian
Kita sudah tahu bahwa salah satu perbedaan FGD dan LGD terletak pada peran tim penilai. Melalui FGD dan LGD, perusahaan dapat mengetahui bagaimana kreativitas serta kemampuan berpikir para peserta dari ide dan solusi yang mereka ungkapkan.
Namun, dalam LGD, karena para peserta bebas mengatur jalannya diskusi, maka tim penilai akan melihat cara mereka mengendalikan emosi. Tim penilai juga bisa melihat siapa peserta yang terlalu mendominasi, serta siapa yang pasif atau kurang percaya diri.