Penyebab Trombosit Turun pada Anak, Waspadai Gejala yang Muncul
Kondisi trombosit rendah, atau trombositopenia, adalah suatu kondisi di mana tidak ada cukup trombosit dalam darah Anda. Trombosit adalah sel darah tidak berwarna yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan dengan cara menggumpal dan membentuk sumbat pada cedera pembuluh darah.
Kondisi trombosit rendah, atau trombositopenia, adalah suatu kondisi di mana tidak ada cukup trombosit dalam darah Anda. Trombosit adalah sel darah tidak berwarna yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan dengan cara menggumpal dan membentuk sumbat pada cedera pembuluh darah. Jadi, jika Anda tidak memiliki cukup trombosit dalam darah, tubuh Anda tidak dapat membentuk gumpalan tersebut.
Jumlah trombosit normal pada darah sebanyak 150.000 – 450.000 sel per microliter darah. Jika seseorang memiliki jumlah trombosit kurang dari 150.000, maka dirinya dapat dianggap mengalami kondisi trombosit rendah. Seseorang yang mengalami trombosit rendah rentan mengalami pendarahan, seperti lebam, mimisan, atau gusi sering berdarah.
Kondisi trombosit yang rendah ini umumnya disebabkan oleh faktor medis, seperti leukemia, atau karena pengobatan tertentu. Penanganan yang diberikan untuk penderita trombositopenia pun biasanya digunakan untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan gangguan ini muncul.
Lalu, bagaimana penyebab trombosit turun pada anak?
Untuk menjelaskan apa saja penyebab trombosit turun pada anak, berikut telah kami rangkum bagaimana trombositopenia pada anak-anak, penyebab trombosit turun pada anak, serta gejala-gejala yang perlu diwaspadai oleh orang tua.
Trombositopenia pada Anak
©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com
Dilansir dari situs mayoclinic.org, bahwa penyebab trombosit turun pada anak yang paling adalah karena trombositopenia imun (ITP). Ini terjadi ketika sistem kekebalan keliru menyerang dan justru menghancurkan trombosit.
Anak-anak yang menderita ITP sering kali memiliki riwayat infeksi virus baru-baru ini. Kebanyakan anak sembuh dari ITP tanpa pengobatan apapun dalam waktu kurang lebih enam bulan. Sampai saat itu, mereka mungkin perlu menghindari olahraga berat atau aktivitas lain yang dapat menyebabkan cedera kepala.
Penyebab trombosit turun pada anak yang jarang terlihat antara lain berupa kelainan sumsum tulang, seperti leukemia, atau kondisi autoimun lainnya, seperti lupus eritematosus sistemik (SLE) atau kelainan sumsum tulang herediter.
Gejala Trombositopenia
©Shutterstock/John Sartin
Trombosit rendah biasanya tidak memiliki gejala. Tetapi jika Anda memilikinya, gejala tersebut mungkin akan berupa:
- Pendarahan, paling sering dari gusi atau hidung. Wanita dengan trombositopenia mungkin mengalami menstruasi yang lebih berat atau lebih lama atau pendarahan hebat. Anda mungkin juga melihat darah di kencing atau kotoran Anda.
- Bintik-bintik merah dan datar di kulit Anda, seukuran kepala peniti. Anda melihat ini sebagian besar di tungkai dan kaki Anda, dan mungkin muncul dalam gumpalan. Dokter Anda mungkin menyebutnya petechiae.
- Bercak dan memar. Anda mungkin mengalami banyak area pendarahan di bawah kulit yang tidak memutih saat Anda menekannya. Anda juga mungkin melihat seperti apa memar yang Anda alami karena benturan atau pukulan. Mereka bisa menjadi biru atau ungu dan berubah menjadi kuning atau hijau seiring waktu. Ini disebabkan dari dalam, oleh kebocoran mendadak dari pembuluh darah kecil. Nama medis untuk ini adalah purpura.
Gejala pada Anak
Sedangkan pada beberapa anak yang memiliki jumlah trombosit yang sedikit rendah mungkin tidak memiliki gejala apapun. Tetapi jika jumlahnya turun cukup drastis, anak mungkin memiliki satu atau lebih gejala yang muncul.
Dilansir dari kidshealth.org, berikut beberapa gejala yang mungkin muncul pada anak yang menderita trombositopenia:
• mudah memar
• gusi berdarah
• pendarahan dari luka ringan atau mimisan yang sulit dihentikan
• bintik-bintik merah atau ungu kecil pada kulit yang disebut petechiae
• bintik-bintik ungu yang terlihat seperti memar disebut purpura
• darah dalam muntahan, urin (kencing), atau tinja (kotoran)
Jenis pendarahan paling serius yang bisa terjadi adalah pendarahan di otak. Pendarahan di dalam atau di sekitar otak tidak dapat dilihat, tetapi dapat menyebabkan sakit kepala atau perubahan pola pikir dan bahkan perilaku.
Penyebab Trombositopenia
Trombositopenia memiliki banyak penyebab. Salah satu penyebab umum dari trombosit rendah adalah suatu kondisi yang disebut trombositopenia imun (ITP). Meskipun dokter tidak tahu apa yang menyebabkan ITP, mereka tahu bahwa kondisi tersebut muncul ketika sistem kekebalan Anda, yang menjadi pertahanan utama tubuh dalam melawan penyakit, tidak berfungsi dengan baik. Antibodi Anda, yang seharusnya menyerang infeksi, justru berbalik menyerang dan menghancurkan trombosit Anda.
Trombositopenia dapat diturunkan dalam keluarga, tetapi Anda juga bisa mendapatkannya akibat dari berbagai kondisi medis.
Penyebab Trombosit Turun pada Anak
Pada anak-anak, penyebab trombosit turun pada anak bisa disebabkan karena sumsum tulang tidak menghasilkan cukup trombosit, tubuh yang menghancurkan terlalu banyak trombosit, atau limpa yang menahan terlalu banyak trombosit.
Selain itu, masih ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab trombosit turun pada anak. Beberapa sangat serius sehingga membutuhkan perawatan medis. Dan yang lain tidak serius dan mungkin dapat sembuh sendiri seiring waktu.
Penyebab trombosit rendah antara lain karena:
• kemoterapi, yang dapat membunuh atau melukai sel yang membuat trombosit
• obat lain, yang dapat menekan produksi trombosit
• infeksi virus, seperti mononukleosis (mono)
• leukemia, sejenis kanker darah
• penyakit autoimun seperti lupus
• beberapa masalah turunan (genetik)
• kondisi kesehatan lain yang merusak trombosit atau menggunakannya terlalu cepat