LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Penyebab Konjungtivitis beserta Gejala dan Cara Mencegahnya

Konjungtivitis, atau yang umumnya dikenal sebagai "pink eye", adalah peradangan atau infeksi pada selaput transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan menutupi bagian putih bola mata.

2022-04-27 06:31:00
Jabar
Advertisement

Konjungtivitis, atau yang umumnya dikenal sebagai "pink eye", adalah peradangan atau infeksi pada selaput transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan menutupi bagian putih bola mata.

Ketika pembuluh darah kecil pada konjungtiva meradang, mereka akan semakin terlihat. Inilah yang menyebabkan bagian putih mata Anda jadi tampak kemerahan atau berwarna pink.

Kondisi mata merah ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, reaksi alergi, atau dalam kasus pada bayi bisa disebabkan karena saluran air mata yang tidak terbuka sempurna.

Advertisement

Konjungtivitis sering dialami oleh anak-anak. Dan Anda juga harus tahu bahwa penyakit ini bisa sangat menular, meskipun jarang menjadi kondisi yang serius. Konjungtivitis juga jarang mempengaruhi penglihatan Anda, terutama jika Anda dapat mengobatinya dengan cepat.

Berikut ini, kami akan menyampaikan penjelasan tentang penyebab konjungtivitis beserta gejala dan cara mencegahnya.

Advertisement

Penyebab Konjungtivitis

Dilansir dari mayoclinic.org, penyebab konjungtivitis antara lain adalah:

  • Virus
  • Bakteri
  • Alergi
  • Percikan bahan kimia di mata
  • Benda asing di mata
  • Pada bayi baru lahir, saluran air mata tersumbat

Konjungtivitis virus dan bakteri

Sebagian besar penyebab konjungtivitis biasanya dikarenakan oleh adenovirus, meski juga dapat disebabkan oleh virus herpes simpleks, virus varicella-zoster, dan berbagai virus lainnya, termasuk virus penyebab coronavirus 2019 (COVID-19).

Konjungtivitis virus dan bakteri dapat terjadi bersamaan dengan pilek atau gejala infeksi pernapasan, seperti sakit tenggorokan. Mengenakan lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar atau bukan milik Anda sendiri juga dapat menjadi penyebab konjungtivitis bakteri.

Kedua jenis ini sangat menular. Mereka menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan cairan yang mengalir dari mata seseorang yang terinfeksi.

Konjungtivitis alergi

Penyebab konjungtivitis berikutnya karena alergi. Ini mempengaruhi kedua mata dan merupakan respons terhadap benda penyebab alergi seperti serbuk sari. Sebagai respons terhadap alergen, tubuh akan menghasilkan antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). Antibodi ini memicu sel khusus yang disebut sel mast di lapisan mukosa mata dan saluran udara untuk melepaskan zat inflamasi, termasuk histamin. Pelepasan histamin pada tubuh dapat menghasilkan sejumlah tanda dan gejala alergi, termasuk konjungtivitis ini.

Jika Anda memiliki konjungtivitis alergi, Anda mungkin mengalami rasa gatal yang hebat, radang mata, serta bersin dan hidung berair. Sebagian besar konjungtivitis alergi dapat dikontrol dengan obat tetes mata alergi.

Konjungtivitis akibat iritasi

Iritasi dari percikan bahan kimia atau benda asing di mata Anda dapat menjadi penyebab konjungtivitis. Terkadang membilas dan membersihkan mata untuk menghilangkan bahan kimia atau benda akan menyebabkan kemerahan dan iritasi. Tanda dan gejalanya, yang biasanya berupa mata berair dan keluarnya lendir, biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu hari.

Jika pembersihan mata yang pertama tidak menyelesaikan gejala, atau jika bahan kimianya bersifat kaustik seperti alkali, Anda harus menemui dokter atau spesialis mata sesegera mungkin. Percikan bahan kimia ke mata dapat menyebabkan kerusakan mata permanen. Gejala persisten juga dapat menunjukkan bahwa Anda masih memiliki benda asing di mata Anda - atau mungkin goresan di atas kornea atau penutup bola mata (sklera).

Gejala Konjungtivitis

Dilansir dari cdc.gov, gejala konjungtivitis dapat berupa:

  • Warna merah muda atau merah di bagian putih mata
  • Pembengkakan konjungtiva (lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata) dan/atau kelopak mata
  • Peningkatan produksi air mata
  • Merasa seperti ada benda asing di mata atau keinginan untuk menggosok mata
  • Gatal, iritasi, dan/atau terbakar
  • Discharge (nanah atau lendir)
  • Kerak pada kelopak mata atau bulu mata, terutama di pagi hari
  • Lensa kontak yang terasa tidak nyaman dan/atau tidak menempel pada mata

Namun, bergantung pada penyebabnya, gejala lain dapat terjadi.

Konjungtivitis virus

  • Dapat terjadi bersama dengan gejala pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan lainnya
  • Biasanya dimulai pada satu mata dan dapat menyebar ke mata lainnya dalam beberapa hari
  • Kotoran dari mata biasanya encer daripada kental

Konjungtivitis bakteri

  • Lebih sering dikaitkan dengan keluarnya cairan (nanah), yang dapat menyebabkan kelopak mata saling menempel
  • Terkadang terjadi dengan infeksi telinga

Konjungtivitis alergi

  • Biasanya terjadi di kedua mata
  • Dapat menghasilkan rasa gatal yang hebat, dan bengkak pada mata
  • Dapat terjadi dengan gejala alergi, seperti hidung gatal, bersin, tenggorokan gatal, atau asma

Cara Mencegah

Cara mencegah penularan konjungtivitis

Terapkan kebersihan yang baik untuk mengontrol penyebaran mata merah muda. Misalnya dengan:

  • Jangan menyentuh mata dengan tangan Anda.
  • Sering-seringlah mencuci tangan.
  • Gunakan handuk bersih dan waslap setiap hari.
  • Jangan berbagi handuk atau waslap.
  • Ganti sarung bantal Anda sesering mungkin.
  • Buang kosmetik mata Anda, seperti maskara.
  • Jangan berbagi kosmetik mata atau barang perawatan mata pribadi.

Perlu diingat bahwa mata merah tidak akan terlalu menular seperti flu biasa. Jadi tidak apa-apa jika ingin kembali bekerja, sekolah atau aktivitas lain, dan tetaplah konsisten mempraktikkan kebersihan yang baik.

Mencegah konjungtivitis pada bayi

Mata bayi baru lahir rentan terhadap bakteri yang biasanya ada di dalam kandungan ibu. Bakteri ini tidak menimbulkan gejala pada ibu. Dalam kasus yang jarang terjadi, bakteri ini dapat menyebabkan bayi mengembangkan bentuk konjungtivitis serius yang dikenal sebagai ophthalmia neonatorum, yang membutuhkan perawatan untuk mempertahankan penglihatan. Itu sebabnya tak lama setelah lahir, salep antibiotik dioleskan ke mata pad bayi yang baru lahir. Salep ini akan membantu mencegah infeksi mata.

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.