3 Penyebab Anemia pada Anak, Waspadai Gejalanya
Anemia pada anak kerap menyebabkan lesu dan tidak bersemangat dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari. Kalau tidak segera diobati, anemia dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang anak.
Anemia adalah kondisi di mana kadar haemoglobin (Hb) dalam darah di bawah normal. Anemia tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi bisa juga terjadi pada anak-anak. Anemia pada anak kerap menyebabkan lesu dan tidak bersemangat dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.
Jika tidak segera diobati, anemia dapat menyebabkan masalah tumbuh kembang anak.
Pengobatan anemia harus diarahkan berdasarkan penyebabnya agar hasilnya lebih maksimal. Beberapa di antaranya ditempuh melalui transfusi darah, pemberian obat yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh, pemberian obat dengan tujuan menambah sel darah dalam tubuh, dan mengonsumsi suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, vitamin serta mineral lainnya.
Untuk mencegah anemia pada anak jauh lebih dini Anda perlu mengenali beberapa penyebab serta gejala yang ditimbulkan. Berikut penyebab anemia pada anak yang telah merdeka.com rangkum dari berbagai sumber pada Senin (23/03/2020).
Produksi Sel Darah Merah yang Kurang
sheknows.com 2020 Merdeka.com
Penyebab anemia pada anak yang pertama adalah produksi sel darah merah kurang. Sebagian besar bayi mengalami anemia pada beberapa bulan pertama setelah lahir. Kondisi ini normal dan dikenal dengan istilah anemia fisiologis. Anemia jenis ini terjadi karena bayi mengalami pertumbuhan yang cepat, sehingga tubuhnya memerlukan waktu untuk mengejar produksi sel darah merah hingga jumlahnya memadai.
Sel Darah Rusak
Selain produksi sel darah merah yang kurang, penyebab anemia pada anak adalah sel darah rusak yang umumnya terjadi saat bayi mengalami ABO inkompatibilitas, yaitu ketidakcocokan darah bayi dengan ibu, atau jika bayi mengalami sickle cell anemia atau thalassemia.
Kehilangan Banyak Darah
Kehilangan banyak darah pada bayi biasanya disebabkan oleh perdarahan yang dapat menyebabkan anemia. Perdarahan yang umumnya dialami oleh bayi karena proses pengambilan darah yang rutin selama bayi mendapat perawatan medis atau karena kerusakan pada organ dalamnya, misalnya perdarahan di saluran cerna.
Gejala Anemia pada Anak
Ada beberapa gejala anemia pada anak yang mudah dikenal dan diwaspadai, seperti:
1. Lesu dan mudah lelah karena sel darah merah pembawa oksigen rendah, organ tubuh juga tidak berfungsi dengan baik, akibatnya anak jadi sering terlihat lesu dan gampang lelah.
2. Sesak napas, anak yang menderita anemia tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen dalam darah ke seluruh tubuh. Alhasil, mereka pun jadi mudah akan ada kekurangan pasokan oksigen ke jantung juga yang menyebabkan sesak napas.
3. Warna kulit cenderung pucat hal ini tidak lain karena tingkat hemoglobin yang rendah.
4. Tidak nafsu makan, karena sering merasa lesu, anak dengan anemia cenderung malas bergerak atau melakukan banyak aktivitas. Kondisi ini juga bisa membuat mereka kehilangan nafsu makan.
5. Sering mengalami infeksi, rendahnya tingkat hemoglobin dalam tubuh dapat menurunkan sistem imun. Akibatnya, tubuh sangat rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit.
Jika menemui gejala tersebut pada anak ada baiknya untuk segera memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui penangan yang tepat.