LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Pengeroyokan Moge Kepada TNI Jadi Sorotan, Ini Pesan Wagub Jabar Kepada Klub Otomotif

Wagub yang biasa disapa Kang Uu itu memberikan perhatian agar para pemilik kendaraan bermotor besar tersebut bisa tertib dalam berlalu lintas, ia juga merasa prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya saat sedang melaksanakan tur jangan mengedepankan kesombongan dan tetap saling menghormati antar pengguna jalan.

2020-11-10 12:15:00
Jabar
Advertisement

Ramainya video penyerangan anggota TNI yang dilakukan oleh klub Moge (motor gede) HOG atau Harley Owner Grup di Bukittinggi pada Jumat (30/10/2020) lalu mendapat respon dari banyak pihak. Tak terkecuali dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Dilansir dari Liputan6.com, Wagub yang biasa disapa Kang Uu itu memberikan perhatian agar para pemilik kendaraan bermotor besar bisa tertib dalam berlalu lintas. Ia juga merasa prihatin atas kejadian tersebut.

"Saya sebagai masyarakat Jabar dan juga sebagai anggota komunitas tersebut di Tasikmalaya merasa prihatin dengan kejadian (kekerasan yang dilakukan komunitas motor) di Bukittinggi, Sumbar," kata Uu, Minggu (08/11) kemarin.

Advertisement

Saling Menghormati di Jalan

©2020 Instagram infokomando

Advertisement

Uu Ruzhanul Ulum juga menekankan agar para pegiat otomotif khususnya moge bisa saling menghormati para pengguna jalan yang melintas. Menurutnya, sebagai penggemar motor besar dirinya merasa prihatin atas kejadian yang terjadi di Bukittinggi beberapa waktu lalu itu.

“Saat kita sedang melaksanakan kegiatan atau tur, jangan ada rasa kesombongan, jangan ada rasa arogan, merasa motor mahal, bagus, besar dengan aksesoris yang serba mahal," ujarnya.

Menjadi Pelajaran untuk Pegiat Otomotif

Dalam keterangannya, Uu juga menyebutkan jika kejadian di Bukittinggi bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi para pegiat maupun komunitas otomotif. Kususnya pengguna moge agar terhindar dari stigma negatif.

Menurutnya beberapa stigma tersebut membuat para pengguna moge, khususnya di kalangan komunitas cukup susah untuk melakukan aktivitasnya.

"Sekarang kalau ke jalan bawa motor besar dilarang. Ke sini dilarang. Ke situ dilarang. Tidak bisa dipakai lagi motornya karena stigma negatif dari masyarakat," ucapnya.

Permintaan Maaf dari HOG

Sebelumnya seperti dimuat di Merdeka.com pada Sabtu (31/10) lalu, Humas dari klub moge HOG sudah meminta maaf atas kejadian yang menimpa anggotanya tersebut. HOG juga disebut akan menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh anggotanya itu.

"Kami atas nama HoG SBC, memohon maaf kepada seluruh korban pemukulan yang dilakukan oleh anggota HOG SBC. Kami memohon maaf kepada pihak seluruh anggota TNI khususnya Kodim (setempat) dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya Kabupaten Bukit Tinggi," kata Epriyanto, selaku Humas dari HOG SBC saat dihubungi melalui sambungan telepon.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.